Tentara Afghanistan Ditembak Mati Sesudah Serang Sekutu NATO

Kandahar, Afghanistan (AFP/ANTARA) - Pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) membunuh seorang tentara Afghanistan di pangkalan pada Senin sesudah ia menembaki mereka, kata pejabat tentara di tengah serangkaian serangan pasukan setempat terhadap sekutu asing mereka.

Serangan itu terjadi di pangkalan angkatan darat Atal di luar kota Kandahar di bagian selatan negara tersebut.

"Seorang tentara darat menembak kendaraan ISAF untuk membunuh pasukan," kata panglima angkatan darat Afghanistan untuk Afghanistan selatan Jendral Abdul Hameed Hameed kepada kantor berita Prancis AFP.

Pasukan itu balas menembak dan membunuh si penyerang, tambahnya.

Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan NATO menyatakan mengetahui kejadian itu, tapi tidak merinci, dengan mengatakan penyelidikan sedang dilakukan.

Sejak awal tahun dari, anggota pasukan keamanan Afghanistan, yang didanai Barat, membunuh 17 tentara sekutu dalam yang berwenang sebut serangan "hijau atas biru".

Setelah banyak pembunuhan itu, Taliban, kelompok keras utama di balik perlawanan 10 tahun di negara terkoyak perang tersebut, menyatakan penyerangnya adalah pejuang mereka, yang menyusupi pasukan keamanan Afghanistan.

Tapi, pejabat NATO menolaknya, dengan menyatakan sebagian besar serangan itu beralasankan pribadi, seperti, masalah tekanan, kelelahan dan keluarga.

Sekitar 130.000 tentara pimpinan NATO di Afghanistan memerangi Taliban, tapi sebagian besar dari mereka akan meninggalkan negara itu pada 2014 ketika Afghanistan mengambil alih tanggung jawab keamanan.

Kejadian semacam itu menggambarkan perbedaan budaya dan kebencian, yang memicu banyak dari serangan semacam itu, yang menewaskan tujuh tentara Amerika Serikat, empat pelatih Prancis, dua serdadu Inggris dan satu Albania sepanjang tahun ini.

Laporan terkini dari penugasan oleh tentara Amerika Serikat menemukan ketidakpercayaan mendalam dan kecurigaan di antara pasukan Afghanistan dan negara adidaya itu, dengan menggambarkan penembakan hijau-atas-biru sebagai masalah "pranata" dan menyeru pertanyaan akan rencana NATO.

Pembunuhan semacam itu memancing bahaya kepercayaan dan percaya diri di antara orang Barat pelatih pasukan keamanan negara Afghanistan, katanya.

Naskah 2011 itu menyatakan tentara Afghanistan menggambarkan "kawan" Amerika Serikat mereka kasar, tidak sopan dan sembrono dengan tembakan saat warga di dekatnya, sementara serdadu Amerika Serikat melihat prajurit Afghanistan pengkhianat, malas, pencandu narkotika dan korup.

Tentara Amerika Serikat di Afghanistan beberapa waktu belakangan menimbulkan masalah dengan ulah mereka.

Pada tengah Maret, satu tentara Amerika Serikat membantai 16 warga Afghanistan, termasuk sembilan anak-anak dan tiga wanita, di provinsi selatan, Kandahar.

Peristiwa itu terjadi hanya beberapa pekan setelah pembakaran Alquran di markas tentara Amerika Serikat memicu unjukrasa keras benci negara adidaya tersebut, yang menewaskan 40 orang dan menjerumuskan hubungan pasukan asing dengan sekutu Afghanistan mereka ke titik terendah.

Dalam unjukrasa itu, enam tentara Amerika Serikat tewas akibat ditembak tentara Afghanistan.

Kebencian rakyat Afghanistan terhadap pasukan Amerika Serikat juga dipicu oleh video di dunia maya pada Januari, yang menunjukkan Marinir Amerika Serikat mengencingi mayat berlumuran darah pejuang Afghanistan, yang dikutuk Pentagon.

Pada November 2011, pemimpin regu pembunuh "tentara nakal" Amerika Serikat, yang dituduh melakukan pembunuhan warga untuk olahraga, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh mahkamah tentara. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.