Tentara Dikerahkan untuk Paksa Warga Malaysia Patuhi Lockdown

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM), pada Minggu 22 Maret 2020, akan membantu Polis Diraja Malaysia (PDRM) dalam menegakkan kebijakan Perintah Kontrol Gerakan atau lockdown di Negeri Jiran.

Kantor Perdana Menteri mengatakan dalam sebuah pernyataan pers pada hari Jumat 20 Maret 2020 bahwa tim ATM akan bergabung dengan tim PDRM mulai pukul 12.01 pagi.

"Mulai hari Minggu, 22 Maret 2020 pukul 12.01 pagi, Angkatan Bersenjata Malaysia akan bertugas membantu Kepolisian Kerajaan Malaysia dalam menegakkan Perintah Kontrol Gerakan dalam memberantas wabah COVID 19," lanjut pernyataan itu seperti dikutip dari Astro Awani, Sabtu (21/3/2020).

Anggota masyarakat disarankan untuk mematuhi semua instruksi dari pihak berwenang sebagaimana disyaratkan selama Perintah Kontrol Gerakan.

Tindakan tegas akan diambil terhadap orang yang tidak taat dan tidak mematuhi perintah.

Sebelumnya, Menteri Senior Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan pada konferensi pers siang ini bahwa pemerintah akan mengarahkan personel militer untuk membantu PDRM dalam memastikan bahwa rakyat mematuhi perintah pemerintah.

Langkah ini dilakukan setelah Perintah Kontrol Gerakan dipatuhi oleh hanya 60 persen orang di negara itu pada hari kedua pelaksanaannya kemarin.

Perintah Kontrol Gerakan dilaksanakan oleh pemerintah Malaysia dari 18 - 31 Maret 2020 dalam upaya untuk memastikan penyebaran pandemi COVID-19 yang hingga saat ini telah mencapai lebih dari 1.000 kasus.

 

Update Kasus Global

Sejumlah warga mengenakan masker karena kekhawatiran penyebaran virus corona COVID-19 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/3/2020). Malaysia memberlakukan lockdown nasional karena melonjaknya jumlah kasus virus corona COVID-19. (Syaiful REDZUAN/AFP)

Total kasus Virus Corona COVID-19 masih terus meningkat di dunia. Seorang WNI pun dilaporkan meninggal di Singapura akibat virus ini.

Berdasarkan peta Gis And Data, Sabtu siang (21/3/2020), total orang yang terinfeksi adalah 275.434 orang. Di antaranya angka itu 88.256 pasien sembuh dan 11.399 orang meninggal dunia.

Meski kasus ini bermula dari China, jumlah korban meninggal terbanyak ada di Italia dengan 4.032 orang. Tim kesehatan China yang berangkat ke Italia pun mengkritik langkah lockdown yang kendor di negara tersebut.

Penyebaran COVID-19 di dunia juga sangat berbeda dari bulan lalu. Jumlah kasus di negara Asia seperti Korea Selatan, Jepang, atau Singapura sudah tidak lagi berada di lima teratas.

Selain China, daftar lima besar negara yang paling banyak kasus COVID-19 adalah Italia (47.021 kasus), Spanyol (21.571 kasus), Jerman (19.848 kasus), dan Iran (19.644 kasus).

Kasus kematian di Jerman tercatat sangat rendah, yakni 68 pasien. Empat negara lainnya telah mencatat ribuan kasus kematian akibat COVID-19.

Yang terbaru adalah kematian seorang WNI berusia 64 tahun di Singapura. Ia meninggal pada Sabtu pagi ini akibat COVID-19. Otoritas kesehatan Singapura berkata ia terkena komplikasi, serta punya riwayat penyakit jantung.

Simak video pilihan berikut: