Tentara Komunis Cari Masalah dengan Anggota Kopassus, Begini Ujungnya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sikap disiplin ibarat nyawa yang harus dijaga sepenuh hati oleh setiap anggota satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat. Hanya dengan disiplin, seorang anggota Korps Baret Merah akan berhasil menjalankan tugasnya.

Tak bisa dipungkiri jika Kopassus adalah salah satu pasukan elite yang namanya sangat mahsyur. Tak hanya di kawasan Asia, namun juga di dunia. Kehebatan setiap anggota Kopassus bisa jadi masalah bagi lawan-lawannya, seperti kisah yang diceritakan oleh Letkol Inf Faisol Izuddin Karimi.

VIVA Militer mengutip catatan dari majalah Baret Merah edisi Hari Ulang Tahun Kopassus ke-63, di mana Faisol mengisahkan pengalamannya memimpin kontingen Indonesia dalam kompetisi menembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) di Vietnam pada 2014 silam.

Dalam berita sebelumnya, VIVA Militer mengungkap bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah gelar juara AARM terbanyak. Sepanjang 29 tahun gelaran itu berlangsung, kontingen Indonesia yang diisi oleh para prajurit terbaik TNI Angkatan Darat berhasil menyabet 13 gelar juara.

Berangkat dengan kesiapan tinggi, prajurit Kopassus di bawah pimpinan Faisol jelas membuat gentar lawan-lawannya. Ternyata, Vietnam yang menjadi tuan rumah mencoba menggoda para anggota Kopassus agar fokusnya dalam pertandingan pecah.

Jelang pertandingan esok hari, para anggota militer Vietnam mengajak para prajurit Kopassus meminum arak khas negara Komunis itu. Pihak militer Vietnam berdalih, minuman yang mengandung alkohol itu untuk menghangatkan badan dan mengusir hawa dingin.

Akan tetapi, tawaran itu ditolak mentah oleh para anggota Kopassus. Faisol yang kala itu juga menjabat sebagai Komandan Batalyon Aksi Khusus (Yon Aksus) Detasemen 81 (Sat-81 Gultor), membenarkan peristiwa itu.

"Kami sudah siaga sejak awal dengan membawa bekal enak dari tanah air, rendang, kering tempe, abon, telur asin dan madu. Panitia menggoda dengan menyediakan kendaraan yang bisa membawa pelesiran ke kota setiap malam," ucap Faisol.

"Tapi, kami sudah mengecamkan dalam hati. Kami akan ke kota setelah menang," katanya.

Kedisiplinan tinggi para prajurit Kopassus sekali lagi menjadi kunci kesuksesan. Indonesia kembali menjadi juara AARM yang ketujuh secara beruntun, dan meraih gelar ke-9 di ajang bergengsi di kalangan militer Asia Tenggara.

Saat itu, kontingen Indonesia di bawah pimpinan Faisol berhasil meraih 29 medali emas dari 45 medali yang diperebutkan. Kemudian, Indonesia juga mengumpulkan 13 medali perak dan dua perunggu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel