Tentara Libya Ngamuk, 13 Drone Turki Ditembak jatuh

Rifki Arsilan

VIVA – Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Khalifa Haftar tidak tinggal diam menghadapi berbagai serangan militer yang digencarkan pasukan militer Kesepakatan Pemerintah Nasional (GNA) yang didukung oleh militer Turki. Singa LNA terus melakukan perlawanan atas serangan bertubi-tubi yang dilontarkan oleh GNA dan Turki akhir-akhir ini.
Juru Bicara militer LNA, Mayor Jenderal Ahmed al-Mismari mengatakan, dalam waktu 72 jam terakhir pihaknya telah berhasil menembak jatuh 13 drone milik militer Turki. Hal itu disampaikan Al-Mismari dalam sebuah konfrensi pers pada hari Minggu kemarin, 24 Mei 2020 menanggapi kabar yang menyebutkan pasukan Khalifa Haftar telah mudur pasca pasukan GNA dan Turki menghancurkan pangkalan udara Al-Watiyah milik militer Singa LNA di Libya timur.
"Pasukan pertahanan udara berhasil menembak lebih dari 13 drone Turki," kata Mayor Jenderal Ahmed al-Mismari dikutip Viva Militer dari Almasdar News, Senin, 25 Mei 2020.
"Laporan penarikan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Libya tidak benar, tetapi lebih diposisikan kembali dalam rencana militer," tambahnya. 
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu pasukan GNA yang didukung Turki telah mengambil alih pangkalan militer al-Watiyah milik Singa LNA pimpinan Khalifa Haftar. Perebutan pangkalan militer al-Watiyah itu dilakukan sebagai serangan balasan yang dilakukan pasukan militer GNA dan Turki atas aksi pasukan Khalifa Haftar yang telah meluncurkan puluhan rudal jarak jauh yang menghancurkan Bandara Internasional Tripoli, rumah Dubes Turki dan Itali di wilayah pinggir pantai Tripoli beberapa waktu lalu.