Tentara NATO Juga Akan Keluar dari Afghanistan Bersama AS

Daurina Lestari
·Bacaan 1 menit

VIVA – Koalisi pasukan NATO di Afghanistan juga akan meninggalkan negara itu bersamaan dengan rencana penarikan pasukan Amerika Serikat yang direncanakan pada 11 September. Hal itu diungkapkan oleh seorang diplomat Washington, Rabu 14 April 2021.

Presiden AS, Joe Biden menyatakan bahwa pasukan militer AS akan meninggalkan Afghanistan per 11 September 2021, mengakhiri pertempuran selama 20 tahun. Saat ini AS memiliki 2.500 tentara berperang di Afghanistan.

Sekitar 7.000 pasukan non-AS, sebagian besar pasukan negara-negara NATO, serta Australia, Selandia Baru dan Georgia bertugas di Afghanistan.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan di Brussel bahwa sudah waktunya bagi sekutu NATO untuk memanfaatkan keputusan itu, bahwa sekutu datang ke Afghanistan bersama, dan akan pergi bersama.

"Saya di sini untuk bekerja sama dengan sekutu kami, dengan sekretaris jenderal (NATO), dengan prinsip yang telah kami tetapkan sejak awal. Masuk bersama-sama, beradaptasi bersama, dan keluar bersama," kata Blinken dalam pernyataan yang disiarkan televisi di markas NATO seperti dilansir dari CNA, Kamis 15 April 2021.

"Kami akan bekerja sangat erat dalam beberapa bulan mendatang untuk penarikan pasukan kami dengan aman, disengaja dan terkoordinasi dari Afghanistan," kata Blinken, berdiri di samping Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg.

Para menteri luar negeri dan menteri pertahanan NATO akan membahas rencana mereka melalui konferensi video, Rabu ini.

Seorang diplomat senior NATO mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada sekutu yang diharapkan untuk menentang pengumuman resmi Presiden AS Joe Biden Rabu malam lalu