Tentara Sableng Jadi Germo, Padahal Masih Terikat Tugas Militer

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sudah seharusnya seorang prajurit militer memiliki sikap yang disiplin, loyal dan berdedikasi tinggi menjalan tugas negara. Akan tetapi, hal tersebut tak dimiliki oleh Tracy Lauren Marrow alias Ice-T, seorang rapper yang pernah berdinas di Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army).

Dikutip VIVA Militer dari Loudwire, Ice-T adalah penyanyi rap ternama Amerika Serikat (AS) yang menggagas terbentuknya band heavy metal peraih Grammy Award, Body Count.

Lahir di Newark, New Jersey, 16 Februari 1958, Ice-T ternyata pernah memiliki karier singkat di dunia militer. Tepatnya pada Oktober 1977, Ice-T mendaftarkan diri untuk menjadi anggota Angkatan Darat AS. Hal ini dilakukan untuk menghidupi putrinya yang baru lahir.

Perlu diketahui, semasa muda hidup Ice-T sangat sulit. Setelah kematian sang ayah, ia hanya mengandalkan tunjangan jaminan sosial. Oleh sebab itu, Ice-T pernah menjadi pencuri dan pengedar ganja untuk mencukupi kebutuhannya.

Setelah menempuh pendidikan dasar, Ice-T pun dilantik menjadi tamtama militer Amerika. Setelah masuk ke dunia militer, Ice-T bertugas di Divisi Infanteri ke-25 Angkatan Darat AS yang berbasis di Schofield Barracks, Hawaii.

Divisi Infanteri ke-25 adalah salah satu dari 104 divisi infanteri yang dimiliki oleh Angkatan Darat AS. Divisi Infanteri ke-25 adalah pasukan yang memiliki kemampuan untuk melakukan serangan dari penerjunan (para troops), dan menghadapi pertempuran hutan tropis.

Sayang, karier Ice-T sebagai seorang tentara Amerika tidak berjalan mulus. Ice-T sempat terlibat lagi dalam kasus pencurian. Setelah itu, Ice-T sebenarnya sempat dipercaya untuk menjadi komandan regu di Divisi Infanteri ke-25. Sayang, lagi-lagi Ice-T terlibat kasus kriminal.

Suatu ketika, Ice-T bertemu dengan seorang germo bernama Mac. Tak perlu waktu lama, Ice-T dan Mac langsung klop dan menjadi sahabat dekat. Ice-T menceritakan hidupnya kepada Mac, hingga sang sahabat tahu bahwa ia memerlukan uang untuk menghidupi anaknya.

Siapa sangka, Mac pun mengajari Ice-T bagaimana menjadi seorang germo di tempat prostitusi. Aksi indisipliner Ice-T ini pun tercium oleh Polisi Militer AS. Hukuman penjara militer pun harus dijalaninya selama dua tahun dua bulan.

Beruntung, komandan Ice-T saat itu mengerti bahwa yang dilakukannya semata-mata untuk menghidupi anaknya. Sebab saat itu, Ice-T menjadi orang tua tunggal bagi putrinya. Sang komandan pun memberi saran agar ia mengundurkan diri secara terhormat.

Akhirnya pada Desember 1979, Ice-T pun secara resmi mundur dari Angkatan Darat AS dan melanjutkan kariernya sebagai musisi rap.