Tenun Ulos Indah dan Elegan di Fashion Show untuk Toba

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Dentang gondang bersama alunan serune yang seakan tanpa letih terus memenuhi setiap sudut waktu pagelaran Ethnic & Harmony ke 4 yang berlangsung di Satrio Tower, 14 November 2021.

Berbeda dengan pagelaran-pagelaran sebelumnya, sentuhan lebih dalam akan budaya batak dengan mengedepankan ulos diperagakan sedemikian rupa agar terasa lebih menyentuh hati para undangan yang terus bertahan hadir sampai di penghujung acara.

Pagelaran Ethnic & Harmony yang keempat ini menampilkan kembali Manurung Songket karya Marnaek Manurung. Puluhan koleksi koleksi kain tenun ulos terbaiknya yang indah dan elegant dipamerkan disana. Manurung songket mengusung pewarnaan alami dalam karya-karyanya.

TERKAIT: Peringati Hari Ulos Nasional 2021 dengan Revitalisasi Ekosistem Ulos dan Pemberdayaan Para Pelaku UMKM

TERKAIT: Upaya Tobatenun Selamatkan Kain Ulos Sebagai Warisan Budaya Tinggi

TERKAIT: Aura Ibu Pejabat yang Anggun dari Kahiyang Ayu dalam Kebaya Merah dengan Ulos

Hetty Sinaga, selaku founder dari Ethnic and Harmony, benar-benar membuat pagelaran kali ini lebih mampu menggurat sebuah kesan yang dalam di hati para undangan untuk memiliki sebuah komitmen pribadi untuk berbuat sesuatu bagi bona pasogit.

Acara ini dibuka oleh Ibu Mira, ketua Warlami Indonesia. Beliau menekankan betapa pentingnya acara-acara seperti ini untuk mempertemukan para pencinta seni batak, baik dalam bentuk fashion seperti ulos, penenun, pelukis, bahkan pemusik batak tradisional.

Ibu Mirna berharap, gema acara ini akan menembus tembok Satrio Tower dan nantinya bisa menyentuh hati generasi milleanial yang terkesan semakin jauh dari budaya nenek moyangnya. Penampilan musik Rumah Gondangta yang dibina oleh Hardoni Sitohang, patut juga mendapatkan acungan jempol.

Kelompok musisi Batak ini adalah salah satu musisi terbaik yang berasal langsung dari daerah Toba. Musik gondang Batak dimainkan dengan ritme yang sangat pas sementara peragaan busana berlangsung.

Ada 3 buah lukisan dari seorang pelukis bernama Hotli Silalahi turut mengguratkan kecintaan para undangan untuk memberikan hati dan pikirannya ke bona pasogit.

Sekitar 2 jam penuh para hadirin mendapatkan sebuah sajian "Dari Desa ke Kota" yang sangat memberi inspirasi. Undangan diajak untuk lebih memberikan hatinya untuk mengembangkan budaya Batak walaupun kehidupan saat ini sudah jauh dari desa, Pesan budaya tak boleh lekang dari kehidupan kita sehari-hari.

Melestarikan ulos sampai sastra

Fashion and Music Show untuk Toba pamerkan ulos indah
Fashion and Music Show untuk Toba pamerkan ulos indah

Segurat Inspirasi Bonapasogit mengajak kita semua untuk melestarikan Ulos, musik, sastra, dan juga tortor. Tentunya masih banyak peninggalan luhur yang sesungguhnya kita harus gali kembali untuk dapat kita titipkan kepada generasi kita selanjutnya.

Kalau bukan kita siapa lagi? Budaya bukanlah sekedar tontonan, tapi itu adalah tuntunan. Ikuti Jamanmu tapi jangan tinggalkan budayamu.

Damiten, Manurung Ulos, Rumah Gondangta berharap agar setiap kegiatan yang dapat mengangkat nilai-nilai budaya perlu mendapatkan dukungan masyarakat dan juga pemerintah.

Hetty Sinaga juga berpendapat bahwa Budaya bukan sekedar Narasi namun lebih kepada Aksi nyata, berbuat, bertindak berkarya sebagai bukti kitab perduli akan warisan budaya yang patut kita jaga bersama. Dengan penuh perjuangan bahwa apa yang dilakukan oleh Damiten dan teman2 bukan sekedar untuk kepentingan eksistensi pribadi namun lebih kepada eksistensi Budaya itu sendiri.

“Mari semua masyarakat Batak untuk tetap mendukung kegiatan-kegiatan yang bersifat melestarikan budaya,” ujar Hetty.

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel