Tepatkah Langkah Erick Thohir Copot Direktur Energi Primer PLN?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Energi yang juga Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan melihat langkah yang dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dalam mengatasi krisis batu bara PT PLN (Persero) sudah tepat.

Mamit menilai, restrukturisasi yang dilakukan oleh Erick Thohir agar krisis yang sama tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Ini adalah langkah tepat. Karena jika seorang direksi dianggap tidak mampu melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik, Pak Erick berhak untuk menggantinya. Sehingga ke depan, diharapkan kinerja direktorat ini bisa lebih baik lagi,” tutur Mamit dalam keterangan tertulis, Jumat (7/1/2022).

Seperti diketahui, Erick Thohir menghentikan secara hormat Direktur Energi Primer PLN Rudy Hendra Prastowo dan digantikan oleh Hertanto Prabowo.

“Ini juga sebagai salah satu bentuk teguran pada PLN dalam memperbaiki mekanisme sistem kerja mereka terkait pengadaan bisnis batu bara. Sehingga kekurangan pasokan ini tidak lagi terjadi di kemudian hari,” ujar Mamit.

Selain merombak direksi, Erick melanjutkan transformasi di dalam PLN agar penanganan krisis kali ini sejalan dengan peningkatan kontribusi PLN terhadap negara dan masyarakat. Transformasi di PLN ini adalah meninjau ulang anak perusahaan PT PLN Batu Bara dan mempertimbangkan untuk membentuk subholding pembangkit PLN.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Subholding Pembangkit PLN

Menteri BUMN Erick Thohir meninjau proyek-proyek milik PT PLN (Persero). (Dok BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir meninjau proyek-proyek milik PT PLN (Persero). (Dok BUMN)

Terkait dengan pembentukan subholding pembangkit PLN, Mamit optimistis kinerja PLN akan terus membaik dan kejadian krisis batu bara tak terulang kembali.

“Terkait dengan rencana pembentukan subholding ini, mudah-mudahan bisa jadi lebih baik. Sehingga ke depan BUMN tinggal membentuk subholding pelayanan dan retail, yang bisa fokus terhadap pelayanan masyarakat dan memudahkan operasionalnya,” terang Mamit.

Terakhir, Mamit juga meminta kesadaran perusahaan batu bara untuk bisa lebih peka memenuhi DMO (Domestic Market Obligation), apalagi telah bersepakat ketika mengadakan rapat bersama yang dipimpin oleh Erick pada Januari 2021 lalu. Mengingat urgensi saat ini demi kebutuhan bersama dalam memenuhi pasokan listrik nasional.

“Perusahaan harus lebih aware lagi, karena pemerintah sudah sangat tegas dengan menghentikan ekspor sementara ini. Karena kalau tidak dilakukan tindakan signifikan, maka bisa dipastikan tanggal 5 kemarin kita sudah mengalami pemadaman bergilir,” tutup Mamit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel