Tepuk Tangan Harry Kane Bukan Tanda Perpisahan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajer Tottenham Hotspur, Ryan Mason membantah anggapan Harry Kane telah memberikan sinyal perpisahan kepada suporter. Hal itu terjadi ketika mereka menjamu Aston Villa dalam lanjutan Premier League, Kamis dini hari WIB 20 Mei 2021.

Usai pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 1-2 bagi The Lillywhites itu, Kane berkeliling lapangan Tottenham Stadium untuk menyapa para suporter. Kebetulan pintu stadion sudah dibuka secara terbatas untuk para penggemar.

Publik yang melihat momen itu mempersepsikan Kane sedang melakukan perpisahan. Tapi bagi Mason hal itu lumrah dilakukan, karena sudah lama pertandingan digelar tanpa penonton.

Ditambah lagi, ini adalah pertandingan kandang terakhir Tottenham selama musim 2020/2021. Sebuah tindakan yang bagus dari Kane karena memberi apresiasi kepada suporter.

"Jika ada orang yang bermain di pertandingan terakhir kandang dalam semusim, dan Harry Kane bermain di sini, bertepuk tangan kepada para penggemar dan dapat reaksi bagus," kata Mason, dikutip dari Sky Sports.

"Tidak ada yang berubah musim ini dibanding dengan pertandingan kandang sebelumnya. Itu semua normal," imbuh pria yang menggantikan Jose Mourinho itu.

Kane memang sedang dalam sorotan. Karena belakangan ini striker berusia 27 tahun itu diisukan ingin segera meninggalkan Tottenham.

Dia ingin mencari tantangan baru di klub lain. Keinginan meraih gelar juara bergengsi juga menjadi hasratnya selama ini.

Manchester United adalah tim yang disebut paling getol mendekati Kane. Ada juga pergerkan dari Manchester City dan Chelsea yang siap jadi pesaing dalam perburuan.

Wajar bila kemudian apa yang dilakukan Kane jadi sorotan. Striker Timnas Inggris tersebut merupakan salah satu predator di Premier League dalam beberapa musim terakhir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel