Tepung Kratom Kalimantan Barat Perdana Diekspor ke Pasar Eropa

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar) turut hadir dalam pelapasan ekspor perdana 500 kilogram tepung kratom milik PT Borneo Titan Berjaya ke Belanda, pada Selasa (28/09).

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Kalbagbar, Agung Saptono, menuturkan bahwa saat ini ekspor kratom boleh dilakukan.

“Tepung kratom adalah hasil olahan dari daun kratom yang banyak di Kalimantan yang berguna untuk kesehatan. Kratom memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dengan adanya ekspor langsung dari Kalimantan Barat dapat mengurangi biaya perusahan, menaikan devisa negara dan meingkatkan kesejahteraaan petani,” imbuhnya.

Sementara itu, pemilik PT Borneo Titian Berjaya, Isnainil Fahmi, mengatakan bahwa total pesanan dari Belanda sebanyak 15,5 ton, namun dalam ekspor perdana melaui Bandara International Supadio, Pontianak ini baru dikirim sebanyak 500 Kg. Selain Belanda, pihaknya juga sedang menjajaki kemungkinan pasar di negara eropa lainnya, seperti Ceko, Slovakia, Polandia, dan Jerman.

"Kami sangat terbantu oleh bimbingan dari Bea Cukai dan Dinas Perdagangan Kalbar. Selain soal alur ekspor, kami juga dibina tentang kualitas produk yang berpengaruh terhadap harga barang. Dengan kualitas yang baik, nilai jual kratom pun meningkat. Selama ini harga kratom turun, karena kualitasnya tidak dijaga," ujar Isnainil.

Agung mengatakan, selama ini kegiatan ekspor kratom tidak melaui Kalimantan Barat, dan akhirnya untuk pertama kali kratom dapat diekspor dari tanah asalnya.

“Bea Cukai akan selalu memberikan pelayanan dan fasilitas kepada para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. Dengan mempermudah pelayanan dan pembinaan yang baik, maka pelaku usaha akan mampu meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat melebarkan pasar usahanya ke mancanegara,” jelasnya.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel