Terapi dan Manfaat Oksigen Hiperbarik bagi Penyembuhan Pasien COVID-19

Rochimawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tidak seperti penyakit lainnya, COVID-19 mengubah cara kita memandang hidup dan mengubah cara hidup kita. Dari mengganggu kehidupan jutaan orang hingga memberikan dampak besar pada kesehatan fisik dan mental kita, virus corona baru terus memiliki efek jangka panjang pada gaya hidup kita sehari-hari.

Terapi oksigen hiperbarik merupakan salah satu metode pengobatan melalui proses oksigen murni di dalam ruangan khusus bertekanan udara tinggi.

"Prinsip terapi pengobatan adalah membantu kinerja organ tubuh guna memperbaiki jaringan yang rusak dengan meningkatkan kapasitas aliran oksigen murni ke jaringan tubuh," ujar Dr. dr Mendy Habitie Oley SpBP-RE (k) dari Siloam Hospitals Manado, melalui edukasi webinar kesehatan, di Kota Manado, dikutip Kamis 25 Februari 2021.

Dokter Mendy menjelaskan, dalam pengembangan fungsi lainnya, terapi oksigen hiperbarik ini mampu membantu penyembuhan bagi pasien yang terpapar virus corona termasuk penyakit lainnya, yaitu:

- Decompression Sickness
- Infeksi , Kronis, Diabetes, Luka terbakar.
- Penyakit pendengaran, Migrain, Neuro, cancer dan lainnya.

Namun perlu diperhatikan kondisi pasien sebelum menjalani terapi ini, antara lain:
- Fobia akan ruangan tertutup
- Asma, Demam, Paru kronis
- Kelainan sel darah merah
- Gangguan pada " Tuba Eustachius"
- Pneumothorax yang belum terobati

Terapi Hiperbarik pasien COVID-19

COVID-19 oleh virus (Sars - Cov 2) yang ditransmisi atau penularannya terutama melalui "droplet" respirasi, gejalanya dapat dibedakan melalui :

- Tanpa Gejala.
- Ringan : Tanpa bukti pneumonia.
- Sedang : Tidak ada pneumonia berat.
- Berat : Ada pneumonia berat.
- Kritis : ARDS, Sepsis, Syok Sepsis dll.

"Berdasarkan hal tersebut, Terapi Oksigen Hiperbarik salah satu cara atau bagian farmakologis, yaitu pemberian Instalasi oksigen dengan konsentrasi 100 persen pada tekanan lebih dari 1 atmosfer absolut (1.5 - 3.0 ATA)," kata dokter spesialis dalam Siloam Hospitals Manado, dr Christian Kawengian Sp.PD.

Dokter Christian menjelaskan, berdasarkan study case series yang dilakukan. Terapi Oksigen Hiperbarik pada pasien terpapar Covid 19 mampu menghasilkan hal seperti :

- Peningkatan oksigenasi jaringan.
- Anti inflamasi
- Modulasi "stem cell"
- Efek anti platelet/ anti trombotik.
- Penurunan jumlah virus akibat ROS.

"Sementara selama terapi tersebut yang dipantau adalah EKG, Okumetriz, temperatur, tekanan darah, POZ, tekanan Cuff ETT dan tentunya AED dan paddle atau efek terbakar," tuturnya.

Dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospital Manado ini pun menyampaikan akan adanya efek samping yang harus diperhatikan dalam tata kelolanya, yaitu :

- Pulmonar (iritasi takeobronkial)
- Neurologis : gangguan visual, telinga berdenging, pusing, disorientasi, kejang, hingga menjaga agar pasien tidak mengalami penurunan kesadaran.