Terapi Pasien Stroke Bisa di Rumah, Begini Caranya

·Bacaan 2 menit

VIVAStroke adalah penyakit yang terjadi akibat terhenti atau berkurangnya aliran darah ke otak. Sebagai akibatnya, pasien stroke mengalami banyak gejala yang bisa membuat aktivitas sehari-harinya terganggu.

Salah satu penanganan pasien stroke adalah dengan melakukan terapi. Terapi pasca stroke merupakan bagian dari perawatan penyakit yang penting didapatkan oleh penderita stroke.

Latihan yang dilakukan dalam terapi pasca stroke bisa membantu mereka menjalani rutinitas sehari-hari secara mandiri, dan membantu menjaga fungsi otak yang masih dapat dipertahankan.

Namun di tengah pandemi seperti saat ini berkunjung ke rumah sakit untuk melakukan terapi stroke membuat para keluarga pasien, was-was.

Bukan tanpa sebab, pasien dengan stroke menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar COVID-19. Lantas bagaimana melakukan terapi? Masyarakat bisa melakukan terapi di rumah dengan menggunakan alat-alat sederhana.

Seperti apa caranya? Berikut ini penjelasan dari spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dr. Ibrahim Agung Sp.KFR dalam program Hidup Sehat Plus TvOne, Jumat 11 Juni 2021.

1. Latihan penguatan tangan dengan menggunakan beban ringan.

Dapat gunakan botol air mineral untuk menguatkan otot atas. Genggam botol air dan angkat dan turunkan. Dapat dilakukan pengulangan 10 kali.

Gerakan tersebut, juga diketahui dapat memberikan penguatan terhadap otot pundak.

"Genggam botol air mineral taruh ke bagian paha lalu angkat ke atas. dapat dilakukan 10 kali pengulangan dengan 1-2 set," kata Ibrahim.

2. Latihan otot tangan

Otot tangan adalah yang paling kecil sehingga recovery atau perbaikan pasca serangan stroke akan paling terakhir. Maka dengan latihan dengan menggenggam dengan bola kecil secara perlahan akan menguatkan otot tangan, otot yang sudah kuat tersebut akan dapat digunakan kembali.

Caranya genggam bola kecil di kedua tangan, setelah itu lakukan gerakan buka dan tutup (genggam dan buka) bola tersebut.

3. Melatih menggenggam gelas mempertahankan memegang gelas dan mengangkat gelas untuk melakukan posisi gerakan meminum.

Pastikan ketika melakukan latihan menggunakan gelas plastik agar tidak terjadi risiko jatuh yang bisa membahayakan pasien jika menggunakan gelas kaca.

Gerakkan dari arah bawah ke arah mulut.Ibrahim menjelaskan pastikan mampu mengangkat gelas, menggenggam gelas dan mempertahankan memegang gelas, menggerakkan gelas menuju tujuan yaitu mulut.

"Peralatan sederhana di rumah bisa ddigunakan untuk memaksimalkan recovery dan perbaikan kondisi stroke," tutur dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel