Terapkan Protokol Kesehatan, Industri Perhotelan Mulai Bangkit

Raden Jihad Akbar, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pelaku usaha perhotelan mulai bangkit secara perlahan saat ini setelah beberapa bulan terakhir bisnisnya terdampak Pandemi COVID-19. Salah satunya yang terjadi pada Hotel Bumi di Surabaya.

Director of Sales Marketing Hotel Bumi Surabaya, Endah Retnowati mengatakan, pada kuartal I 2020 periode Maret hingga Mei, diketahui padat agenda kegiatan pemerintahan. Di mana kegiatan itu digelar di hotel. Berhubung ada pandemi mereka terpaksa merelakan okupansi anjlok 100 persen.

"Karena pandemi kemudian semakin tinggi, maka kami memutuskan untuk tidak menerima tamu selama periode April-Mei. Tetapi kami tetap melakukan maintainence (perbaikan dan sterilisasi) untuk hotel ini," kata Endah, Rabu, 11 November 2020.

Baca juga: Jangan Kaget, Isi Ulang Elpiji Tabung Biru 12 Kg Dapatnya Warna Pink

Dia mengungkapkan selama awal Pandemi COVID-19 keputusan paling realistis adalah menutup operasional hotel. Sebab, tidak adanya menginap membuat omzet hotel jatuh parah.

Namun kini, perlahan geliat pariwisata mulai menunjukkan aktivitas positif. Hotel pun mulai perlahan bangkit.

Pada bulan Juni pemerintah mulai melonggarkan aturan terkait COVID-19. Hotel kembali buka dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Strategi yang disiapkan adalah meluncurkan program menawarkan tiga jenis layanan yakni staycation, family escape dan honeymooner.

"Kami mengubah strategi dengan menawarkan 3 jenis layanan yakni staycation, family escape dan honeymooner. Karena saat itu kami menyadari tidak bisa mengambil pasar di luar Surabaya dan Indonesia. Untuk itu kami coba maksimalkan apa yang ada di Surabaya ini," ujar Retno.

Pelaku bisnis perhotelan pun kini terus berusaha meyakinkan konsumen. Karena mayoritas konsumen berhati-hati dan selektif dalam memilih tempat menginap.

"Tantangan paling sulit adalah dengan meyakinkan konsumen bahwa hotel ini sudah dilengkapi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat. Kami juga cukup tertolong dengan program kembali ke Jatim yang dikembangkan tiket.com sebagai salah satu vendor kami," tutur Retno.

Sementara itu, Co Founder dan Chief Marketing Officer Tiket.com, Gaery Undara mengatakan, mereka sedang mengembangkan program kembali ke Jawa Timur. Program ini untuk membangkitkan industri perhotelan di Jatim. Sebab, dalam kondisi pandemi industri hotel berjuang keras untuk bisa bertahan.

Kemudian, untuk lebih meyakinkan masyarakat mereka menyiapkan fitur tiket clean. Saat ini sudah ada sekitar 8.000 hotel yang sudah tersertifikasi tiket clean di Indonesia. Tiket clean adalah sertifikasi yang menegaskan hotel telah memberikan jaminan penerapan protokol pencegahan COVID-19 dengan ketat.

"Jawa Timur ini memiliki banyak destinasi wisata yang bagus-bagus dan beragam. Untuk itu kami ingin sekali bisa membantu memulihkan pariwisata domestik. Kami pastikan hotel yang tersertifikasi tiket clean protokol kesehatannya cukup baik," kata Gaery. (ren)