Terawan Sebut Achmad Yurianto Prajurit Gigih dan Pantas Diteladani

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya mantan Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

"Saya turut berbela sungkawa. Saya bersaksi beliau orang baik. Saya juga berterima kasih almarhum telah membantu negara dalam mengedukasi, serta memberikan infomasi kepada masyarakat di masa awal pandemi Covid-19," kata Terawan, Sabtu (21/5).

Achmad Yurianto meninggal dunia di Malang, Jawa Timur. Dia dikenal publik pada tahun 2020 sebagai Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Ketika itu pria kelahiran 11 Maret 1962 sering muncul televisi memberi informasi seputar perkembangan Covid-19.

Terawan menyebut Achmad Yurianto adalah prajurit TNI yang gigih dan pantas diteladani. "Almarhum juga menjadi teman diskusi saya di Kemenkes," ujarnya.

Achmad Yurianto pernah menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Dukungan Kesehatan dan Operasi Pusat Kesehatan TNI dari tahun 2011 sampai 2016. Dia pensiun dari ketentaraan dengan pangkat kolonel.

Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes pada tahun 2020, ketika Terawan menjadi Menteri kesehatan.

Selepas menjabat sebagai Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjadi Staf Ahli Menkes Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

"Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan di beri ketabahan," doa Terawan.

Sebelumnya diberitakan, Achmad Yurianto meninggal karena menderita kanker usus stadium akhir. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Direktorat Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi.

"Almarhum wafat karena kanker usus, lalu stadium akhir. Jadi banyak komplikasinya," kata Siti Nadia Tarmizi, Sabtu (21/5) malam. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel