Terawan: Sudah Divaksin Konvensional Boleh Suntik Vaksin Nusantara

·Bacaan 1 menit

VIVA – Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan jika vaksin cipataannya yakni vaksin nusantara tidak masalah disuntikan kembali bagi Anda yang sudah divaksin konvensional terleboh dahulu.

Diketahui, Indonesia kedapatan empat jenis vaksin yang sudah lulus BPOM dan disebar ke masyarakat luas, di antaranya Sinovac, AstraZeneca, sinopharm dan Moderna.

"Mudah-mudahan ini bisa memecahkan kebuntuan selama ini. Meskpiun sudah divaksin konvensional tidak ada masalah untuk divaksin nusantara," ucap Terawan dalam webinar yang digelar oleh RSPAD di youtube resminya dikutip VIVA Senin 19 Juli 2021.

"Vaksin immunoterapy ini kalau dalam literatur dikatakan pengaruhnya adalah berpuluh tahun, jadi akan awet dalam jangka panjang," tambah dia.

Terawan percaya jika vaksin nusantara diterapkan bisa ikut mengatasi pandemi dengan baik.

"Saya tidak menggunakan istilah lain, saya ikut literatur aja bahwa efektif sel memorinya adalah berpuluh tahun dan ini menurut saya akan menjadi sebuah legend bagi RSPAD gatot subroto selaku rs milik TNI yang terdepan," ucap Terawan.

Sebelumnya, Terawan mengatakan hanya vaksin nusantara yang bisa menghentikan pandemi covid-19.

"The begining the end cancer and covid-19, Artinya apa? dunia sepakat punya hipotesis bahwa yang akan menyelesaikan hal ini, covid-19 adalah dendrtik sel vaccine immunoterapy atau vaksin nusantara," ujar Terawan.

Terawan menambahkan, vaksin cipataannya itu sangat mudah hanya mengubah antigennya menjadi antigen artificial atau antigen rekombinan covid-19 sarscov2.

"Artinya apa? artinya kita bisa menyesuaikan kapan saja mau mutasi kaya apa bisa kita sesuaikan. Dampaknya apa? ketahanan, kesehatan nasional menghadapi pandemi ini bisa kita atasi dengan membuat imunitas yang baik utk setiap warga negara," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel