Terbaik dan Terburuk pada Laga Liverpool Vs Real Madrid: Thibaut Courtois Bikin Mohamed Salah Mati Kutu

Bola.com, Paris - Real Madrid sukses menjuarai Liga Champions musim ini setelah membungkam Liverpool pada partai final, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB. Kiper El Real, Thibaut Courtois, tampil moncer dalam duel tersebut.

Dalam pertandingan yang digelar di Stade de France, Paris, Real Madrid tampil di bawah tekanan sepanjang 2x45 menit. Meski terus ditekan, Los Blancos bermain jauh lebih efektif.

Real Madrid tercatat hanya mampu melepas tiga tembakan yang satu di antaranya tepat sasaran. Di sisi lain, Liverpool memperoleh sembilan peluang bagus dari 23 kesempatan.

El Real yang kerap mengandalkan serangan balik berhasil membobol gawang Liverpool lewat aksi Vinicius Junior pada menit ke-59. Sampai laga berakhir, skor 1-0 untuk kemenangan Madrid tetap bertahan.

Lantas, bagaimana kinerja individu para pemain pada duel Liverpool versus Real Madrid? Siapa pemain terbaik dan terburuk? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

 

Terbaik: Thibaut Courtois

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois mencium trofi Liga Champions saat upacara penyerahan medali setelah Real Madrid keluar sebagai pemenang di laga final melawan Liverpool yang berlangsung di Stade de France, Saint Denis, Sabtu, 28 Mei 2022 waktu setempat. (AFP/Paul Ellis)
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois mencium trofi Liga Champions saat upacara penyerahan medali setelah Real Madrid keluar sebagai pemenang di laga final melawan Liverpool yang berlangsung di Stade de France, Saint Denis, Sabtu, 28 Mei 2022 waktu setempat. (AFP/Paul Ellis)

Courtois layak dinobatkan sebagai pemain terbaik untuk laga final ini. Kiper asal Belgia itu menjadi tembok kokoh di depan gawang Real Madrid dengan melakukan sembilan kali penyelamatan.

Hebatnya, hampir semua penyelamatan yang dilakukan Courtois dilakukan dengan cara spektakuler, termasuk ketika menepis tembakan Sadio Mane dan Mohamed Salah.

 

Terburuk: Trent Alexander-Arnold

Reaksi pemain Liverpool Trent Alexander-Arnold pada akhir pertandingan sepak bola final Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid di Stade de France, Saint Denis, Prancis, 28 Mei 2022. Real Madrid mengalahkan Liverpool 1-0. (AP Photo/Manu Fernandez)
Reaksi pemain Liverpool Trent Alexander-Arnold pada akhir pertandingan sepak bola final Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid di Stade de France, Saint Denis, Prancis, 28 Mei 2022. Real Madrid mengalahkan Liverpool 1-0. (AP Photo/Manu Fernandez)

Alexander-Arnold boleh saja kerap membantu serangan Liverpool dengan melakukan penetrasi berbahaya dan mengirim umpan silang ke kotak penalti lawan.

Sayang, Alexander-Arnold juga bisa dibilang menjadi sosok yang harus disalahkan atas gol yang masuk ke gawang timnya. Ia tak memperhatikan gerakan Vinicius karena memilih untuk mendekat ke Karim Benzema.

 

Terbaik: Dani Carvajal

Pemain Real Madrid Dani Carvajal berpose dengan trofi Liga Champions usai mengalahkan Liverpool di Stade de France, Saint-Denis, Prancis, 28 Mei 2022. Real Madrid mengalahkan Liverpool 1-0. (FRANCK FIFE/AFP)
Pemain Real Madrid Dani Carvajal berpose dengan trofi Liga Champions usai mengalahkan Liverpool di Stade de France, Saint-Denis, Prancis, 28 Mei 2022. Real Madrid mengalahkan Liverpool 1-0. (FRANCK FIFE/AFP)

Dani Carvajal bermain luar biasa solid di sisi kanan pertahanan Real Madrid. Ia bisa dibilang sukses mematikan pergerakan Luis Diaz.

Tak hanya itu, Carvajal juga memberikan kontribusi maksimal ketika membantu timnya kala melakukan serangan dari sisi sayap kanan.

 

Terburuk: Virgil van Dijk

Manajer Liverpool Jurgen Klopp memeluk pemain Liverpool Virgil van Dijk setelah pertandingan final Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid di Stade de France, Saint Denis, Prancis, 28 Mei 2022. Real Madrid menang 1-0. (AP Photo/Petr David Josek)
Manajer Liverpool Jurgen Klopp memeluk pemain Liverpool Virgil van Dijk setelah pertandingan final Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid di Stade de France, Saint Denis, Prancis, 28 Mei 2022. Real Madrid menang 1-0. (AP Photo/Petr David Josek)

Entah ada apa dengan penampilan Virgil van Dijk kali ini. Bek asal Belanda itu bermain tak seperti biasanya ketika ia selalu tampil sigap di lini belakang.

Van Dijk pun juga menjadi sosok yang patut disalahkan dalam proses terjadinya gol Vinicius ketika ia tak bisa mengantisipasi crossing Federico Valverde.

 

Terbaik: Eder Militao

Eder Militao jadi sosok tembok di lini belakang Real Madrid. Pemain asal Brasil ini tampil disiplin, solid dan sulit ditembus para penyerang Liverpool. (AP/Manu Fernandez)
Eder Militao jadi sosok tembok di lini belakang Real Madrid. Pemain asal Brasil ini tampil disiplin, solid dan sulit ditembus para penyerang Liverpool. (AP/Manu Fernandez)

Eder Militao mampu menjadi palang pintu yang kokoh di lini belakang Real Madrid. Bek asa Brasil itu berkali-kali membuat Mane kesulitan membongkar pertahanan lawan.

Sepanjang pertandingan, Militao tercatat empat kali melakukan clearence, tiga kali intersep, dua kali tekel, dan dua kali membendung tembakan lawan.

Tak hanya itu, Militao juga mencatatkan rekor 100 persen dalam memenangi duel dengan pemain lawan, baik dalam duel udara maupun duel lapangan.

 

Terburuk: Thiago Alcantara

<p>Liverpool dipaksa menelan kekalahan 0-1 dari Real Madrid pada laga final Liga Champions 2021/2022. (AFP/Franck Fife)</p>

Liverpool dipaksa menelan kekalahan 0-1 dari Real Madrid pada laga final Liga Champions 2021/2022. (AFP/Franck Fife)

Kondisi kebugaran Thiago sempat menjadi perhatian sesaat sebelum kick-off. Pada akhirnya, Jurgen Klopp tetap menurunkan sang gelandang sebagai starter.

Thiago sebenarnya mencatat akurasi umpan mencapai 94 persen, akan tetapi umpan yang ia kirimkan tak ada yang sesuai dengan kebutuhan Liverpool untuk membongkar pertahanan lawan.

 

Terbaik: Ibrahima Konate

<p>Ibrahima Konate sempat dibuat kerepotan oleh penyerang Villarreal di babak pertama hingga kebobolan dua gol. Namun, di babak kedua penampilannya perlahan membaik hingga akhirnya The Reds mengunci kemenangan dengan skor 3-2. (AP/Alberto Saiz)</p>

Ibrahima Konate sempat dibuat kerepotan oleh penyerang Villarreal di babak pertama hingga kebobolan dua gol. Namun, di babak kedua penampilannya perlahan membaik hingga akhirnya The Reds mengunci kemenangan dengan skor 3-2. (AP/Alberto Saiz)

Kekalahan ini merupakan yang pertama kali diderita Liverpool ketika Ibrahima Konate bermain. Terlepas dari fakta tersebut, Konate sebenarnya bermain impresif.

Konate tercatat tiga kali melakukan tekel dan mencatat rekor 100 persen dalam melakukan dribble sukses.

 

Terburuk: Mohamed Salah

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois (tengah) melakukan selebrasi bersama rekannya usai berhasil menepis tendangan dari pemain Liverpool, Mohamed Salah saat laga final Liga Champions antara Liverpool melawan Real Madrid yang berlangsung di Stade de France, Saint Denis, Sabtu, 28 Mei 2022 waktu setempat. (AFP/Paul Ellis)
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois (tengah) melakukan selebrasi bersama rekannya usai berhasil menepis tendangan dari pemain Liverpool, Mohamed Salah saat laga final Liga Champions antara Liverpool melawan Real Madrid yang berlangsung di Stade de France, Saint Denis, Sabtu, 28 Mei 2022 waktu setempat. (AFP/Paul Ellis)

Salah memang menjadi pemain Liverpool yang paling membahayakan pertahanan Real Madrid. Namun, yang menjadi sorotan adalah penyelesaian akhirnya.

Dari sembilan tembakan yang ia lesatkan, enam di antaranya tepat sasaran. Namun, seluruhnya bisa dimentahkan oleh Courtois yang tampil fantastis.

 

Terbaik: Federico Valverde

Federico Valverde merupakan salah satu pemain yang terlihat paling bekerja ekstra. Dia punya energi yang luar biasa saat bertahan maupun menyerang. Selain memberi assist untuk gol yang dicetak Vinicius, ia juga punya dua shots, dua sapuan, dua tekel. (AP/Frank Augstein)
Federico Valverde merupakan salah satu pemain yang terlihat paling bekerja ekstra. Dia punya energi yang luar biasa saat bertahan maupun menyerang. Selain memberi assist untuk gol yang dicetak Vinicius, ia juga punya dua shots, dua sapuan, dua tekel. (AP/Frank Augstein)

Taktik menarik dari Carlo Ancelotti di Real Madrid musim ini adalah dengan menempatkan Federico Valverde sebagai penyerang sayap kanan dengan karakter lebih bertahan.

Taktik ini sekali lagi berbuah sukses. Gaya ngotot Valverde kerap membuat sisi kiri Liverpool kewalahan dan frustrasi. Ia melengkapi penampilan apiknya dengan satu assist untuk gol Vinicius.

 

Terburuk: Sadio Mane

<p>Sadio Mane merupakan salah satu winger terbaik dalam beberapa musim terakhir. Meski Liverpool gagal meraih gelar Liga Champions pada musim 2017/18, Mane merupakan mesin gol untuk The Reds. Bintang Senegal tersebut berhasil melesatkan tujuh gol dalam tujuh laga fase gugur di Liga Champions pada musim tersebut. (AFP/Paul Ellis)</p>

Sadio Mane merupakan salah satu winger terbaik dalam beberapa musim terakhir. Meski Liverpool gagal meraih gelar Liga Champions pada musim 2017/18, Mane merupakan mesin gol untuk The Reds. Bintang Senegal tersebut berhasil melesatkan tujuh gol dalam tujuh laga fase gugur di Liga Champions pada musim tersebut. (AFP/Paul Ellis)

Sadio Mane sempat memperoleh peluang emas untuk membawa Liverpool unggul di babak pertama. Sayang, tembakannya masih digagalkan tiang gawang.

Selebihnya, nyaris tak ada aksi berbahaya yang dilakukan Mane di lini depan untuk mencetak gol bagi timnya.

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Ari Prayoga/Published: 29/5/2022)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel