Terbakar Api Cemburu, Pria Bandung Bunuh Petugas Linmas Cijawura

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pria di Cijawura Bandung berinisial C gelap mata setelah mendapati istrinya berduaan tetangganya, MM, Selasa (28/8). Dia memukul pria itu dengan batu hingga tewas.

"Korban pekerjaannya Linmas di Kelurahan," kata Kapolsek Buah Batu Kompol Achmad Riduan di Mapolsek Buah Batu, Kamis (1/9).

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah petugas menyelidiki penemuan mayat di Cijawura. "Awal mulanya kita itu adalah temu mayat saja," kata dia.

Olah TKP diikuti proses autopsi. Hasil, korban diketahui mengalami sejumlah luka di bagian kepala. Dia diduga dibunuh.

Pelaku Kabur Setelah Membunuh

Sekurangnya 15 saksi diperiksa. Kecurigaan polisi mengarah kepada C, yang merupakan teman sekaligus tetangga korban. Pria berambut gondrong itu pun diketahui telah kabur ke Subang.

Polisi melakukan pengejaran. C ditangkap di wilayah Kampung Barut.

"Kita melakukan pengejaran pada saat itu dan tersangka bisa kita temukan dan kita tangkap di kampung tersebut," ungkapnya.

Dipicu Api Cemburu

Pembunuhan itu ternyata dipicu api cemburu. Tersangka memergoki istrinya berduaan dengan korban. "Hasil keterangan dari tersangka maupun saksi dari yang mana itu istrinya, bahwasanya ini adalah akibat dari selingkuh, jadi ada kecemburuan karena pada saat kejadian malam itu jadi korban dengan istri tersangka sedang berduaan," kata dia, Kamis (1/9).

Achmad menjelaskan, tak menutup kemungkinan pelaku menghabisi menghabisi nyawa korban akibat emosi sesaat atau kalap. "Jadi tertangkap tangan oleh tersangka, kemungkinan tersangka kalap dan langsung melakukan upaya penganiayaan," jelasnya.

Penganiayaan itu dilakukan C dengan cara memukul korban menggunakan paving blok tepat ke bagian belakang kepala. "Memukul memakai paving blok sebanyak dua kali dan itu terkena di kepala belakang mengakibatkan pendarahan di kepala," papar dia.

Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa celana jins yang dikenakan korban hingga paving blok bernoda darah.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP. "Yang mana barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun," pungkasnya. [yan]