Terbang Gratis dengan Sriwijaya Air

Syahdan Nurdin, nurterbit
·Bacaan 2 menit

VIVA - Tanpa bermaksud mengurangi rasa empati kami atas dukacita yang dialami keluarga korban "Tragedi di Pulau Seribu", saya berdua istri Bunda Sitti Rabiah, punya pengalaman berkesan terbang dengan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.

Kami berdua, kebetulan adalah termasuk "pelanggan" Sriwijaya Air jika pulang kampung: Jakarta - Makassar, Makassar - Jakarta. Selain, tentu saja, juga dengan maskapai lain. Penumpang berbayar.

Kenapa penumpang berbayar? Ya, karena pada November 2015, Sriwijaya Air memberikan saya 2 lembar tiket gratis. Terbang pergi-pulang. Berlaku 2 orang. Nilai rupiah tiket ini ketika itu, sekitar 400 ribu. Total keselurahan 3 juta lebih.

Kedua tiket tersebut, yaitu satu rute untuk penerbangan Jakarta - Tanjungpandan (Belitung), - Tanjungpandan Jakarta. Dan kedua, penerbangan Jakarta - Pangkalpinang (Bangka), Pangkalpinang - Jakarta.

Pertanyaannya, kok bisa dapat tiket gratis?

Nah, ini berawal dari lomba menulis blog. Digelar Asia Wisata, satu travel biro haji dan umrah di Jakarta. Travel biro inilah yang bekerjasama dengan Sriwijaya Air, penyedia tiket pesawat gratis bagi pemenang lomba blog.

Di antaranya, diberikan kepada saya dan istri. Sedang pemenang lomba lainnya, kebagian jatah tiket gratis untuk terbang ke daerah lain. Selain tiket, ada souvernir juga.

Saya dan istri, mendapat jatah terbang gratis ke Bangka-Belitung (Babel) pergi-pulang. Selama di Belitung, kami menginap di salah satu homestay di Tanjung Kelayang, milik keluarga Andi Hesfi Andriany.

Belakang baru tahu, setelah mau balik ke Jakarta. Ternyata kami masih sekampung. Andi Hesfi, sesama perantau asal Sulsel. Ibunya dari Kabupaten Bone dan bapaknya dari Kabupaten Bulukumba. Saya campuran Gowa - Bone, tapi lahir di Maros (kini pemekaran Kota Makassar).

Alhamdulillah, dari jalan-jalan gratis dengan fasilitas Asia Wisata - Sriwijaya Air ini, kami sempat mengunjungi objek wisata sekaligus tempat lokasi syuting film "Negeri Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata.

Kami juga mengunjungi perkampungan nelayan Bugis - Makassar, sekaligus hadir di panggung hiburan peringatan HUT Kota Tanjungpandan. Alhamdulillah selama keliling kota itu, kami dipinjamkan motornya Andi Hesfi.

Keseruan liburan saya di "Belitong" ini, bisa Anda tonton di link channel YouTube saya berikut ini : https://youtu.be/zt5aBkTEG-g

Ini semua, tidak terlepas dari inisiatif bunda Novia Syahidah Rais, blogger dan novelis, sekaligus pengelola di travel biro Asia Wisata.