Terbaring sakit, Aceng Fikri tak penuhi panggilan Polda Jabar

MERDEKA.COM. Aceng HM Fikri kini terbaring sakit di rumahnya Garut. Belum lagi suasana duka masih dirasakan mantan Bupati Garut lantaran ayahnya meninggal pada awal April lalu.

Tak berhenti di situ Aceng juga diharuskan memenuhi panggilan Polda Jabar untuk kali pertama sebagai status tersangka. Pengacara Muchlis Ramdhani yang mewakili Aceng pun menyebut bahwa kliennya tersebut sedang mendapat musibah bertubi-tubi.

Lebih jauh, kata dia Aceng adalah orang yang dizalimi. "Kondisi beliau memang musibahnya bertubi-tubi, jadi beliau terzalimi seperti sekarang menjadi tersangka," kata Muchlis di Mapolda Jabar, Kamis (24/4).

Menurutnya banyak hal yang tidak sejalan dengan fakta yang ada. "Ini terlalu banyak dizalimi, nanti kita bisa buktikan faktanya tidak seperti itu," timpal Muchlis.

Atas dasar itulah, Aceng telah melaporkan balik mantan istri sirinya Fany Octora ke Polda Jabar. "Makanya kita laporkan balik kan," ujarnya.

Penetapan status Aceng sebagai tersangka dilakukan pasca gelar perkara yang dilakukan Polda Jabar pada 17 April lalu. Mantan Bupati Garut ini diduga melakukan tindak pidana penipuan, penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap mantan istri sirinya.

Bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Barat itu terbukti telah melanggar Pasal 310 ayat 1 dan ayat 2 tentang menyerang kehormatan seseorang di depan umum dan atau penghinaan.

Aceng dijadwalkan kembali dipanggil pekan depan untuk dilakukan pemeriksaan.

Topik Pilihan:
Bupati Garut | Musik Indonesia | liga champions | La Liga | Samsung

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.