Terbentuknya Holding Ultra Mikro Bagi Negara Tidak Mengubah Bisnis Model

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Pembentukan holding ultra mikro (UMi) telah memasuki tahap akhir. Hal ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian pengalihan saham yang diselenggarakan pada Senin kemarin (13/9/2021).

Pembentukan holding ini melibatkan tiga entitas BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia selaku induk holding, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan hal ini menjadi tonggak bersejarah berdirinya holding Ultra Mikro yang memiliki visi ekonomi kerakyatan.

"Saya berterima kasih atas komitmen tiga BUMN mewujudkan Holding Ultra Mikro dan ini merupakan momentum kebangkitan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja baru dan penyerapan tenaga kerja," ujarnya.

Holding Ultra Mikro, tambahnya, akan memberikan berbagai kemudahan dan biaya pinjaman dana yang lebih murah dengan jangkauan yang lebih luas, pendalaman layanan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Erick menekankan bahwa hadirnya holding akan memperkuat model bisnis masing-masing perseroan. BRI, Pegadaian dan PNM akan saling melengkapi memberikan layanan keuangan yang terintegrasi untuk keberlanjutan pemberdayaan usaha ultra mikro.

Menurut Erick ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan dengan adanya Holding Ultra Mikro. Menurutnya, untuk negara, penggabungan yang dipimpin oleh BRI itu diharapkan mampu menjaga kontribusi positif perusahaan pelat merah ke kas negara.

"Dengan Covid-19 seperti ini (kontribusi) kita enggak boleh turun. Kita harus paling tidak, sama ataupun meningkat. Karena negara pemasukannya berkurang. Dengan begitu, pembentukan holding bisa memastikan supply chain dan ekosistem untuk menjadikan efisiensi, sehingga BUMN tetap sehat," tutur Erick.

Ia melanjutkan bahwa holding ini diharapkan dapat memperkuat operasional bisnis ketiga perusahaan tersebut. Apalag dengan adanya persaingan yang dalam percepatan digitalisasi. Dengan adanya holding, ketiga BUMN dapat saling bersinergi dalam berbagai hal, mulai dari pemanfaatan fasilitas hingga penciptaan ekosistem pembiayaan ultra mikro.

“Pembentukan ini juga bisa memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada para pelaku usaha ultra mikro. Bukan hanya kemudahan, holding ultra mikro diharapkan dapat menghasilkan pembiayaan dengan bunga yang lebih murah.

Sementara itu, Menurut Direktur Utama BRI, Sunarso olding ultra mikro tersebut bisa memberikan jangkauan layanan yang lebih luas kepada masyarakat dengan pilihan produk yang beragam.

“Dengan harga yang lebih murah. Pasalnya prosesnya akan menjadi lebih efisien melalui kolaborasi berbagai item, misalnya di lokasi kemudian penggunaan digital bersama dan lain-lain itu akan menjadi bisa melayani masyarakat sebanyak mungkin,” ujar Sunarso.

"Proses akan lebih efisien melalui kolaborasi berbagai item di lokasi, kemudian penggunaan digital bersama. Bisa jadi melayani masyarakat sebanyak mungkin, dengan biaya semurah mungkin, karena prosesnya seefisien mungkin," kata Sunarso.

Selain itu, lanjut Sunarso pembentukan holding ini juga akan memberikan kesempatan luar biasa kepada seluruh karyawan ada di tiga BUMN tersebut. Soalnya, mereka digabungkannya di dalam satu ekosistem, karyawan dapat mengeluarkan potensi terbaiknya di tempat jauh lebih besar.

"Kalau tadinya kita berenang di kolam dangkal dan sempit, sekarang mari kita berkompetisi mengeluarkan potensi terbaik kita di kolam lebih besar dalam ekosistem ultra mikro ini. Artinya wadah yang baru lebih besar ini menjadi tempat yang kondusif menumbuhkembangkan karier teman-teman semua, tentu sesuai dengan kompetisi masing-masing," jelas dia.

Tidak mengubah model

Direktur Utama BRI, Sunarso di acara Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham Dalam Rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Jakarta, 13 September 2021.
Direktur Utama BRI, Sunarso di acara Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham Dalam Rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Jakarta, 13 September 2021.

Dalam penandatangan tersebut Sunarso menjelaskan bahwa dengan adanya Holding Ultra Mikro tidak mengubah bisnis model kecuali tuntutan perkembangan digitalisasi.

"Dipastikan bahwa 3 entitas ini tidak akan mengubah fisik model. Kecuali tuntutan digitalisasi. Jadi, tidak mungkin dong, kita manual terus," tutur Sunarso.

Mengenai hal itu, ia menekankan bahwa penggabungan ini bukan merger, melainkan tetap menjalan bisnis masing - masing.

"Tidak ada yang melebur, tetapi kita menjalankan ekosistem yang bisa terintegrasi satu sama lain," tutur Sunarso.

Jadi, menurut Sunarso kalau dahulu berjalan sendiri dengan Holding Ultra Mikro ini, ketuga entitas perusahaan ini bakal saling membantu.

"Menjalankan bisnis di segmen mikro ini tidak mudah, penuh tantangan. Mulai dari operasional, melibatkan banyak orang, dan jaringan. Maka dari itu, untuk memangkas tantangan tersebut dibuatlah Holding Ultra Mikro," ujar Sunarso.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel