Terbesar Dalam 11 Tahun, Kementerian ESDM Serap 93,8 Persen Anggaran di 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif membeberkan capaian kinerja Kementerian ESDM di tahun 2020.

Tercatat, kementerian telah menghabiskan Rp 5,8 triliun atau 93,8 persen dari total pagu anggaran Rp 6,2 triliun. Arifin bilang, realisasi penyerapan anggaran ini merupakan yang terbesar selama 11 tahun, dimana pada 2019, serapan anggarannya mencapai 92 persen dan pada 2018 mencapai 89,9 persen.

"Realisasi ini merupakan terbesar selama 11 tahun terakhir, disamping dengan kinerja pengelolaan anggaran yang juga makin naik," ujar Arifin dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/1/2021).

Adapun, untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor ESDM mencapai Rp 108,7 triliun atau melebihi target 90,7 triliun dengan presentasi 120 persen.

Sebagian besar, PNBP ini diperoleh dari sub sektor minyak dan gas sebesar Rp 69,7 triliun, lalu sub sekto mineral dan batu bara sebesar Rp 34,6 triliun, sub sektor EBTKE Rp 2 triliun dan sub sektor lainnya Rp 2,4 triliun.

"Kemudian, pengelolaan anggaran yang baik juga terlihat dari nilai SMART yang naik menjadi 90,61, IKPA 94,62 dan laporan keuangan Kementerian ESDM juga mendapatkan predikat WTP dari BPK 4 kali berturut-turut," tutur Arifin.

Di tahun 2021, Kementerian ESDM mendapatkan anggaran sebesar Rp 7 triliun. Lalu, PNBP sebesar Rp 121,2 triliun dengan komposisi PNBP dari sub sektor minyak dan gas sebesar Rp 75 triliun.

Kejar Target, Kementerian ESDM Dorong Tranformasi Hulu Migas

Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen penuh mendukung upaya Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak da Gas Bumi (SKK Migas) dalam mentransformasi hulu migas. Langkah strategis ini dimaksudkan untuk mencapai target produksi minyak satu juta barel.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menilai tranformasi hulu migas sejalan dengan amanah Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat 3, sehingga dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

"Transformasi ini diharapkan bisa meningkatkan produksi migas nasional secara signifikan agar kontribusi hulu migas untuk pembangunan perekonomian nasional dapat ditingkatkan," kata Arifin, Selasa (15/12/2020).

Melalui tranformasi itu, sambung Arifin, SKK Migas bisa memastikan program kerja tahun 2021 sesuai dengan rencana jangka panjang yang telah ditetapkan guna mendukung pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) di tahun 2030.

"Saya berharap rapat kerja ini dapat menghasilkan rencana kerja (tahun 2021) dan target-target yang jelas, terukur, dan dapat diturunkan, sehingga seluruh insan hulu migas dapat memberikan kontribusinya dengan baik," tegas Arifin.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Tutuka Ariadji menekankan pentingnya proses roses digitalisasi, strategic alliance serta Enhanced Oil Recovery (EOR) dalam memenuhi rencana jangka panjang SKK Migas.

Makanya, dia mengharapkan SKK Migas secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi bahkan menghadirkan inovasi atas permasalahan yang ada.

"Sumber kegagalan juga harus dilihat lagi, karena kadang-kadang sumber kegagalan juga menjadi kunci kesuksesan berikutnya," kata Tutuka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: