Terbesar Masih dari China, Impor RI Maret 2022 Tumbuh 30,85 Persen Capai USD 21,97 M

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor per Maret 2022 sebesar USD 21,97 miliar. Capaian ini meningkat 32,02 persen dibandingkan Februari 2022 dan naik 30,85 persen dibandingkan Maret 2021.

"Nilai impor pada Maret 2022 mencapai USD 21,97 miliar, naik 32,02 persen dibanding Februari 2022," kata Kepala BPS, Margo Yuwono di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Senin (18/4).

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2022 yakni China USD 15,79 miliar atau 32,76 persen. Disusul Jepang dengan nilai impor USD 4,24 miliar atau 8,81 persen dan Thailand sebesar USD 3,17 miliar atau 6,57 persen.

Sedangkan impor nonmigas dari ASEAN sebesar USD 8,72 miliar (18,10 persen) dan Uni Eropa USD 2,75 miliar (5,70 persen).

Dari nilai impor tersebut bersumber dari impor migas sebesar USD 3,49 miliar. Naik 20,33 persen dari posisi Februari 2022 yakni USD 2,9 miliar. Secara tahunan juga mengalami peningkatan 53,22 persen dari posisi USD 2,28 miliar pada Maret 2021.

Sementara itu, nilai impor non migas pada Maret 2022 tercatat sebesar USD 18,48 miliar. Mengalami kenaikan 34,5 persen dari posisi USD 13,74 miliar dan secara tahunan naik 27,34 persen dari posisi USD 14,51 miliar.

Jenis Barang Impor Non Migas Terbesar

impor non migas terbesar
impor non migas terbesar.jpg

Peningkatan impor golongan barang non migas terbesar di Maret yakni mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya mencapai USD 520 juta dengan porsi 28,23 persen. Sedangkan penurunan impor terbesar pada komoditas perkakas dan peralatan dari logam tidak mulia sebesar USD 4,8 juta atau dengan porsi 7,46 persen.

Adapun komposisi impor barang bakunya terbesar untuk bahan baku penolong senilai USD 17,02 miliar. Naik 32,6 persen (mtm) dan 31,53 (yoy).

Kemudian barang modal USD 3,13 miliar atau mengalami kenaikan 20,31 persen (mtm) dan 30,12 persen (yoy). Sedangkan impor untuk konsumsi mencapai USD 1,82 miliar. Meningkat 51,22 persen (mtm) dan 26,01 persen (yoy).

Berdasarkan golongan penggunaan barang, sepanjang tahun ini sampai bulan Maret dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terjadi pada barang konsumsi dengan nilai USD 484,5 juta atau naik 11,77 persen.

Kemudian disusul bahan baku/penolong dengan nilai impor USD 10,94 miliar atau 33,44 persen. Sedangkan impor barang modal mencapai USD 2,0 miliar atau 30,68 persen. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel