Terbukti Bunuh Suster, Pastor dan Biarawati Katolik di India Dipenjara

Aries Setiawan, BBC Indonesia
·Bacaan 2 menit

Seorang pastor dan biarawati Katolik di India dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena membunuh seorang anggota biara hampir 30 tahun lalu.

Pastor Thomas Kottoor dan Suster Sephy dihukum pada hari Selasa (22/12) karena membunuh Suster Abhaya yang berusia 21 tahun pada tahun 1992 dan menghancurkan bukti pembunuhan tersebut.

Mereka membunuh Suster Abhaya karena suster yang menjadi korban ini mengetahui keduanya terlibat dalam aktivitas seksual.

Polisi setempat awalnya mengira biarawati muda itu bunuh diri.

Tetapi penyelidikan lebih lanjut dilakukan menyusul kecurigaan keluarga Suster Abhaya dan sejumlah aktivis.

Sephy, 55, belum secara terbuka mengomentari putusan itu, tetapi Kottoor, 69, bersikeras dia tidak bersalah.

"Saya tidak melakukan kesalahan. Tuhan bersama dengan saya," katanya kepada media lokal di luar pengadilan pada hari Rabu (23/12), ketika ia dijatuhi hukuman.

Pastor ketiga, Pastor Jose Poothrikkayil, juga dituduh oleh jaksa memiliki hubungan terlarang dengan Sephy.

Dia ditangkap dan didakwa atas pembunuhan itu pada tahun 2008, tetapi kemudian dibebaskan karena kurangnya bukti.

Pastor, Biarawati, Suster. Katolik, India, suster abhaya
Foto ilustrasi: Umat Katolik di India mencapai 19 juta orang.

Jenazah Suster Abhaya ditemukan di sebuah sumur di biara St Pius X di Kottayam, sebuah kota di India selatan.

Pengadilan menyatakan sebelum kematiannya, Suster Abhaya bangun pada dini hari tanggal 27 Maret 1992 dan masuk ke dapur biara untuk mengambil air dari kulkas.

Saat berada di dapur, dia melihat Kottoor dan Sephy yang sedang melakukan hubungan seksual.

Khawatir Abhaya akan mengungkapkan apa yang dilihatnya, pasangan itu membunuhnya dan membuang tubuhnya, kata pengadilan.

Investigasi atas kematian biarawati muda itu telah menjadi masalah yang sangat kontroversial di India.

Polisi lokal dan negara bagian pada awalnya memutuskan bahwa ia meninggal karena bunuh diri.

Biro Investigasi Pusat (CBI) India kemudian mengambil alih kasus tersebut pada tahun 1993 dan menemukan bahwa ia telah dibunuh, tetapi tidak menemukan siapa pelakunya.

Menyusul perintah pengadilan tinggi pada tahun 2008, CBI memperbarui penyelidikannya dan menangkap serta menuntut Kottoor, Sephy, dan Pastor Jose Poothrikkayil, tetapi mereka dilepaskan dengan jaminan.

Mereka kemudian disidang dalam proses hukum yang sangat panjang.

"Suster Abhaya akhirnya mendapat keadilan. Dia akan beristirahat dengan tenang," kata aktivis hak asasi manusia Jomon Puthenpurackal, yang berkampanye untuk mendesak diusutnya kasus itu.