Terbukti Terima Suap, Mantan Bupati Kuansing Divonis 5 Tahun 7 Bulan Penjara

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Andi Putra terbukti bersalah menerima suap terkait perizinan kebun sawit. Dia divonis 5 tahun 7 bulan penjara.

"Menyatakan Andi Putra terbukti secara sah dan meyakinkan, menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun 7 bulan serta denda Rp 200 juta rupiah," ujar Ketua Mejelis Hakim Dahlan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (27/7).

Saat putusan dibacakan majelis hakim, Andi Putra hadir secara virtual dari Rumah Tahanan Sialang Bungkuk, Pekanbaru. Pada layar monitor terlihat dia mengenakan kemeja putih.

Terdakwa Pikir-Pikir

Majelis hakim menyatakan Andi Putra terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 12 Undang-Undang Tipikor. Namun, vonis yang dijatuhkan lebih rendah dari tuntutan. Sebelumnya, JPU meminta agar putra anggota DPRD Riau, Sukarmis, itu dijatuhi pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan.

"Untuk terdakwa dan penasihat hukum bagaimana tanggapannya. Begitu juga untuk jaksa penuntut?" tanya Dahlan.

"Berpikir-pikir dulu Yang Mulia," jawab Andi Putra.

Terima Suap Rp700 Juta

Andi sebelumnya didakwa menerima suap terkait perizinan perkebunan dari General Manager PT Adimulia Agrolestari di Kuansing, Sudarso. Dia ditangkap setelah penyidik KPK mengendus dugaan janji-janji uang Rp1,5 miliar..

Janji uang Rp1,5 miliar diduga diberikan untuk memperpanjang hak guna usaha (HGU) perusahaan milik Sudarso. Izin HGU harus diperpanjang dan telah diberi uang untuk memuluskan Rp700 juta secara bertahap.

Pemberian pertama sebesar Rp500 juta. Lalu, pada tanggal 18 Oktober 2021, Sudarso juga kembali menyerahkan uang sekitar Rp200 juta. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel