Tercatat di BEI, emiten ternak unggas kejar pendapatan Rp4,3 triliun

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Perusahaan peternakan ayam terintegrasi PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) fokus mengejar target pendapatan pada 2021 sebesar Rp4,3 triliun, usai resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini.

Komisaris Utama WMUU Tumiyana di Jakarta, Selasa, mengatakan sejauh ini perseroan tidak merevisi target pendapatan maupun laba bersih sampai akhir 2021 walaupun target belanja modal diturunkan Rp400 miliar menjadi Rp1,5 triliun dari target semula Rp1,9 triliun.

Sebab yang diturunkan, lanjutnya, adalah volume kapasitas ayam broiler dari 7,7 juta broiler menjadi 6,4 juta broiler. Kendati demikian, perseroan tetap bisa memenuhinya dengan membeli unggas hidup dari luar.

Capex on progress, pendapatan masih dalam posisi tidak akan dikoreksi. Revenue driver kami mayoritas dari rumah potong," ujar Tumiyana.

Ia menuturkan penggunaan dana belanja modal masih sesuai rencana untuk memenuhi fasilitas produksi, merampungkan pabrik pakan ternak yang ada di Ngawi pada kuartal IV-2021, dan peningkatan volume ayam broiler. Proporsi pendanaan untuk memenuhi ekspansi tahun ini berasal dari IPO dan juga internal.

Pada posisi tersebut, menurut Tumiyana rasio keuangan perusahaan masih bagus. Sampai akhir 2021, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) diperkirakan di angka 1,9 kali-2 kali.

Jumlah pinjaman dibandingkan modal sendiri (gearing ratio) antara 0,9 kali sampai 0,95 kali. Kinerja perseroan juga akan terus tumbuh dengan menaikkan kapasitas rumah potong hewan unggas sebanyak 25.500 ekor per jam.

"Jadi kaidah keuangan itu masih kita penuhi dengan asumsi capex Rp1,5 triliun. Nanti di tahun 2022 seiring dengan peningkatan kapasitas maka total capex spending masih bisa landing lagi," ujarnya.

Tumiyana juga menekankan bahwa WMU fokus pada lini bisnis downstream melalui ayam karkas. Saat ini harga karkas relatif stabil dengan rerata Rp31.200 per kilo.

Senada dengan Tumiyana, Direktur Utama WMUU Ali Mas'adi menegaskan bahwa penurunan belanja modal tidak akan mengurangi target pendapatan perseroan pada tahun ini.

"Sebab, pendapatan mature perseroan berasal dari RPA yang masih sesuai rencana. Dukungan untuk landbank bisa diperoleh dari free market," ujar Ali.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini fasilitas pabrik perseroan dari breeding farm, commercial, hatcery, slaughterhouse sudah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas Avian Influenza (AI), sehingga untuk persyaratan ekspor sudah terpenuhi dan bisa segera merealisasikannya.

Menanggapi rencana ekspor, Direktur Pemasaran dan Penjualan WMUU Tri Mahawijaya Herlambang mengatakan tahun ini perseroan akan merealisasikan rencana ekspor ke negara tetangga. Apalagi kelengkapan dokumen dan fasilitas produksi yang telah dibangun berstandar dan bersertifikat internasional.

"Paling tidak di kuartal II atau III, kita sudah mulai ekspor ke negara tetangga dulu," ujar Tri.

Baca juga: Widodo Makmur Unggas tetapkan harga IPO Rp180 per saham
Baca juga: BEI: 20 perusahaan ngantri catatkan saham di bursa
Baca juga: BEI targetkan rata-rata nilai transaksi harian 2021 Rp8,5 triliun