Terdakwa Menduga Bupati Lembata Terlibat Kasus Pembunuhan

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

TRIBUNNEWS.COM, LEMBATA - Sidang perkara pencemaran nama baik Bupati Lembata, Drs. Andreas Duli Manuk terus berjalan.

setelah pemeriksaan saksi-saksi yang meringankan, giliran terdakwa yang Alexander Murin diperiksa oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lembata, Senin (8/8/2011) siang.

Humas PN Lembata, Gustav Bless Kupa, S.H,  di Lewoleba, Selasa (9/8/2011), mengatakan, sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa  Murin mengakui kalau dalam orasi itu telah menyebut Bupati Lembata diduga terlibat pembunuhan Yohakim Langoday.  

Pernyataan terdakwa ini, demikian Bless Kupa, karena sebelumnya terdakwa pernah mendengar cerita dari Nyonya Norma (tetangganya yang pernah menjadi saksi perkara Erni Manuk, putri Ande Manuk) bahwa ia  pernah didatangi oleh polisi pamong praja (Pol PP) karena dipanggil oleh bupati ke rumah jabatan.

“Sidang kemudian ditunda hingga Senin (15/8/2011) dengan agenda mendengarkan tuntutan dari  jaksa penuntut umum (JPU),” katanya.

Sementara terdakwa yang ditemui terpisah, Rabu (10/8/2011), mengatakan, dalam sidang itu, dirinya dicecar sekitar 18 pertanyaan oleh majelis hakim secara bergantian.

Dia ditanya seputar orasinya dan apa dasar dirinya mengatakan Bupati Lembata Drs.Andreas Duli Manuk diduga sebagai otak pembunuhan Yohakim Langoday.

Mengenai jawabannya, Murin mengatakan, dirinya menduga ada keterlibatan Bupati Manuk berdasarkan keterangan bupati yang dimuat dalam koran Pos Kupang.

Media itu menyebutkan  bahwa kematian almarhum Yohakim Langoday tidak terkait dengan proyek di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lembata.

Dan, setelah itu, dalam paripurna DPRD, bupati mengatakan kematian Yohakim Langoday terkait kasus di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata.

Juga ada beberapa saksi dari satuan polisi (satpol) pamong praja (PP) yang dipanggil untuk menghadap bupati di rumah jabatan.

Pertanyaan majelis hakim lainnya adalah tentang konservasi laut sawu, Murin menjelaskan bahwa ada kegiatan di Manado yang dihadiri Wakil Bupati Lembata saat itu, Drs. Anderias Nula Liliweri dan almarhum Yohakim Langoday.

Dan, saat itu, ketika mereka bertemu dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Kelautan, Wabup dan almarhum kesal karena ternyata perairan laut sawu tidak masuk dalam penetapan menteri sebagai kawasan konservasi laut.

“Sehingga almarhum disuruh pulang untuk ambil dokumen di Lewoleba untuk dibawa kepada dirjen. Hari Senin, almarhum dari Manado dan selasa siangnya, Yohakim dihabiskan di Bandara Wunopito Lewoleba," katanya.
 
Itulah yang menjadi dasar, mengapa saya mengatakan, Bupati Lembata, Drs. Andereas Duli Manuk diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan itu,” katanya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.