Terdakwa Mengaku Potong Bambu Untuk Menolong

Magelang (ANTARA) - Salah satu terdakwa perusakan dua batang bambu milik Miyanah, warga Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Budi Hermawan (28) mengaku telah memotong dua batang bambu untuk membantu orang tua terdakwa lain Misbakhul Munir (21).

"Tidak ada niat sedikit pun, untuk merusak atau memiliki dua batang bambu yang telah merusak genteng rumah orang tua Munir tersebut," katanya pada sidang lanjutan kasus pemotongan bambu di PN Mungkid Kabupaten Magelang, Rabu.

Pada sidang dengan Ketua Majelis Hakim, Suharno dengan agenda pemeriksaan saksi dan terdakwa tersebut jaksa penuntut umum, Tri Margono mengajukan dua orang saksi, yakni Kusyadi dan Muh Zainuri, sedangkan penasihat hukum terdakwa, Nanda Tanjung mengajukan saksi Muhammad Yasin dan Munir Muchtar.

"Sudah menjadi hukum adat di desa kami, jika ada pohon yang tumbang dan mengancam rumah warga atau pun menutup jalan umum, boleh ditebang tanpa izin pemiliknya. Berdasar itulah, saya melakukannya karena dua batang bambu milik Miyanah itu telah merusak genting orang tua Munir. Jadi tidak ada niat saya untuk merusak atau memiliki bambu tersebut," kata Budi.

Apalagi, katanya, dirinya hanya memotong bambu sedang yang membersihkan daun dan ranting adalah Munir.

"Setelah memotong bambu, saya langsung pulang. Sedang yang membersihkan daun dan ranting bambu adalah Munir. Jadi memang tidak ada niat saya untuk merusak apalagi memilikinya, saya hanya ingin merapikan bambu yang telah mengganggu jalan tersebut," katanya.

Terdakwa Munir mengatakan, telah membersihkan daun dan ranting bambu tersebut.

"Saya tidak berani melapor pada pemiliknya tentang kondisi bambu tersebut, karena Miyanah terkenal orang yang `susah` untuk kompromi. Padahal, sudah dua minggu dua batang bambu itu miring dan merusak genting rumah. Kebetulan Budi menawarkan tenaganya, saya lalu membantu membersihkan daun dan rantingnya," katanya.

Saksi Munir Muchtar yang juga warga Tampingan Kecamatan Tegalrejo membenarkan jika dua batang bambu itu memang sudah beberapa hari miring dan menutup jalan. Bahkan, salah satunya telah merusak genteng rumah orang tua Munir.

Menurut dia, dirinya sempat memperingatkan pemilik bambu untuk memotongnya, karena beberapa batang bambu sudah miring dan mengancam rumah Munir dan menutup jalan.

"Sebelum dipotong itu, saya sebenarnya sempat memperingatkan pemiliknya untuk memotongnya dan kalau tidak mau saya berniat untuk membeli bambu tersebut, namun ditolak dengan alasan sudah dijual pada orang lain," katanya.

Usai sidang sempat diwarnai ketegangan yang dilakukan puluhan warga Desa Tampingan. Mereka tidak puas dengan beberapa pernyataan dan komentar dari JPU. Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (2/1) dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.