Terdampak Gempa Banten, 296 Gardu Listrik PLN Pulih 100 Persen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pasca Gempa yang melanda Banten dengan magnitudo 6,7 yang berpusat di Sumur Kabupaten Pandeglang, saat ini listrik di Banten telah pulih 100 persen.

Sebanyak 296 gardu distribusi yang melayani sekitar 21 ribu pelanggan dimana sebelumnya terdampak gempa, kini sudah seluruhnya menyala.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Banten Sandika Aflianto, menegaskan PLN gerak cepat dalam memastikan listrik aman ke rumah warga.

"Pada pukul 19.50 WIB, 100 persen sistem kelistrikan di Banten, terutama di dua wilayah dekat dengan pusat gempa sudah kembali pulih," kata Sandika, kepada Liputan6.com, Sabtu (15/1/2022).

Saat ini tercatat jumlah pelanggan di seluruh wilayah Banten sebanyak 3,6 juta. Dengan demikian, PLN memastikan sistem kelistrikan di wilayah lain masih terpantau aman.

"Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang mendukung PLN agar bisa fokus dalam penanganan dan percepatan pemulihan. Dan kepada seluruh petugas PLN, yantek dan tim yang bertugas saya sampaikan apresiasi," ujar Sandika.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengamanan Aliran Listrik

296 gardu induk PLN di Banten terdampak gempa yang terjadi pada Jumat (14/1) pukul 16.05 WIB. (Dok PLN)
296 gardu induk PLN di Banten terdampak gempa yang terjadi pada Jumat (14/1) pukul 16.05 WIB. (Dok PLN)

PLN saat ini sedang melakukan penyisiran pengamanan aliran listrik ke rumah-rumah yang mengalami kerusakan cukup parah. PLN juga mengimbau bagi pelanggan memastikan instalasi dalam rumah dalam kondisi aman sebelum menyalakan listriknya kembali.

Sandika juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 apabila terdapat gangguan kelistrikan yang dialami di sekitarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel