Terdampak PPKM, Inden Daihatsu Terios Sampai 5 Bulan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen untuk pembelian mobil baru, memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pasar otomotif nasional. Namun, dari sisi berbeda, masih banyak pabrikan roda empat yang belum dapat memenuhi permintaan dari konsumen.

Bahkan, hal tersebut diperparah dengan dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan Level 4 yang masih berjalan hingga saat ini.

Salah satu agen pemegang merek (APM) yang mengalami hal tersebut, adalah PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Bahkan, dua model yang mendapatkan PPnBM 0 persen, yaitu Xenia dan Terios mengalami masa inden yang cukup panjang.

"Terios inden di luar kota itu bisa sampai 4 sampai 5 bulan, saya minta maaf dalam hal ini karena jadi kesedihan tidak bisa memenuhi harapan konsumen. Begitu juga dengan Xenia yang indennya juga panjang sekali," ujar Amelia Tjandra, Marketing Director and Corporate Planning & Communication PT ADM, dalam konferensi pers secara virtual, belum lama ini.

Lanjut Amel, salah satu faktor yang membuat inden cukup panjang ini, adalah produksi mobil Daihatsu yang turun pada Juli lalu, karena terkendala PPKM.

Penurunan yang cukup besar karena jenama asal Jepang ini, berkomitmen untuk mematuhi peraturan pemerintah, dengan mengurangi shift produksi.

"Kita turunkan, dari dua shift menjadi satu shift. Hal ini, berdampak kepada inden produk Daihatsu, terutama yang mendapatkan diskon PPnBM," jelasnya.

Namun, saat ini pihak pabrikan sudah bersiap untuk meningkatkan produksinya menjadi dua shift. Tapi, dengan mulai meningkatnya produksi Daihatsu, tidak serta merta pihaknya dapat mengejar inden panjang yang saat ini sudah terjadi.

"Belum sepenuhnya (pemenuhan inden), karena tergantung dari supplier lainnya untuk produksi," pungkasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penjualan Daihatsu Melejit Berkat Diskon PPnBM

Guna menstimulus pasar otomotif nasional yang terjun bebas karena pandemi Covid-19, pemerintah memperpanjang relaksasi PPnBM 0 persen hingga Agustus 2021. Hal tersebut, dinilai cukup ampuh bagi PT Astra Daihatsu Motor (ADM), untuk bisa meningkatkan penjualan kendaraannya di Tanah Air.

Padahal, pada saat yang sama, pemerintah juga menerapkan perpanjangan PPKM Jawa Bali untuk menurunkan kasus Covid-19 yang melonjak dalam beberpaa waktu belakangan.

Selama periode relaksasi PPnBM 0 persen, pasar ritel otomotif nasional pada Juli 2021 sebelum penerapan diskon pajak (Januari – Februari 2021) sekitar 51 ribu unit per-bulan, atau naik 39 persen menjadi sekitar 70 ribu unit per bulan setelah implementasi diskon pajak (Maret – Juli 2021).

Dampak positif juga dirasakan Daihatsu dengan tetap mempertahankan peringkat kedua penjualan otomotif nasional, selama periode diskon pajak ini.

Rata-rata, penjualan ritel Daihatsu sebelum penerapan diskon pajak (Januari – Februari 2021) sekitar 9 ribu unit per bulan atau naik 33 persen menjadi sekitar 12 ribu per bulan pada saat setelah implementasi diskon pajak (Maret – Juli 2021).

Terdapat lima model Daihatsu yang mendapat diskon pajak ini, yaitu Xenia, Terios, Luxio, Gran Max Mini Bus, dan Rocky.

Setelah penerapan diskon pajak, sejak Maret Hingga Juli 2021, penjualan ritel lima model ini mengalami kenaikan total rata-rata sebesar 52 persen per bulan.

Infografis Sudah Vaksinasi Covid-19? Jangan Kendor 5M!

Infografis Sudah Vaksinasi Covid-19? Jangan Kendor 5M! (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Sudah Vaksinasi Covid-19? Jangan Kendor 5M! (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel