Terduga teroris Kendal ditangkap Densus saat Salat Magrib

MERDEKA.COM. Densus 88 Mabes Polri kembali menggeledah rumah kontrakan terduga teroris Purnawan Adi Sasongko di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kendal. Dalam penggeledahan tersebut, Densus 88 mengamankan sebuah tas yang diduga berisi uang milik terduga teroris.

Purnawan Adi Sasongko sendiri ditangkap Densus 88 Rabu (8/5) malam tanpa perlawanan. Saat penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris ini sejumlah anggota Densus 88 dan Polsek Weleri Kendal berjaga di depan rumah dan melarang siapapun masuk ke dalam rumah.

Tidak hanya menggeledah rumah, Densus 88 juga menggeledah satu unit motor yang diduga milik tersangka teroris. Hampir 15 menit lima anggota Densus 88 melakukan penggeledahan dan bergegas keluar.

Ifa, teman istri Purnawan mengatakan Densus 88 mendobrak pintu depan dan menangkap Purnawan saat Salat Maghrib. Pintu depan rusak akibat didobrak tim Densus 88 dan meninggalkan keluarga terduga setelah menangkapnya.

Istri Purnawan, Sulistyorini dan ketiga putrinya telah mengontrak di desa Tambaksari selama 8 bulan. Purnawan selama ini bekerja sebagai apoteker yang ingin merintis usahanya dengan membangun sebuah apotik.

Slamet warga sekitar rumah terduga teroris mengatakan, Purnawan Adi Sasongko tidak pernah berkumpul dengan tetangga.

"Dia baru mengontrak rumah delapan bulan yang lalu," ungkap Kamis (9/5).

Penangkapan terduga teroris di Desa Tambaksari Kecamatan Rowosari, Kendal, Jateng sempat membuat kaget sejumlah warga sekitar. Mantan apoteker sebuah rumah sakit swasta di Kendal ini terkenal tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.