Terduga Teroris Wahyu Sempat Kursus di Solo

TEMPO.CO , Karanganyar: Terduga teroris yang melakukan bom bunuh diri di Depok, Jawa Barat, Wahyu Tristanto, sudah merantau sejak lulus dari sebuah sekolah menengah kejuruan di Wonogiri. Menurut Kepala Desa Jatiyoso, Haryanto, setelah lulus SMK, Wahyu, kemudian ikut kursus di Solo. "Tapi saya tidak tahu kursus apa," katanya, Kamis, 13 September 2012.

Setelah lulus kursus, Wahyu kemudian disalurkan ke sebuah industri di Jawa Barat. "Terus kabarnya pindah ke Bekasi," ujar Haryanto.

Dia tidak mengetahui secara pasti apakah Wahyu pernah menjadi polisi. "Saya tidak tahu. Kabarnya kerja di industri," katanya.

Haryanto tidak tahu pekerjaan Wahyu. Menurut Haryanto, Wahyu terakhir pulang ke rumahnya di RT 1 RW 6 Dusun Banaran, Jatiyoso, Karanganyar, pada Maret lalu.

Saat itu Wahyu pulang bersama tiga temannya. "Dia di rumah selama 2-3 hari," kata Haryanto. Setelah itu, Wahyu pergi lagi dan tidak bisa dihubungi. Sampai akhirnya ada kabar bahwa Wahyu pelaku bom bunuh diri di Depok.

Pada Rabu siang pukul 15.30 WIB tadi, Wahyu meninggal. Ia sempat mengalami luka bakar serius, khususnya pada bagian wajah dan leher akibat ledakan di sebuah rumah, di Jalan Nusantara, Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu pekan lalu. Wahyu diduga berada di posisi paling dekat dengan sumber ledakan. Bahkan, lengan kanannya juga telah diamputasi karena hampir membusuk.

Wahyu diduga tergabung dalam kelompok Muhamad Thorik, terduga teroris dari Tambora, Jakarta Barat. Kelompok Thorik ditengarai terdiri dari sembilan orang. Dari kesembilan orang tersebut, yang baru terungkap adalah Muhamad Thorik, Anwar alias Wahyu Ristanto, Arif, dan Yusuf Rizaldi.

UKKY PRIMARTANTYO

Berita lain:

Terduga Teroris Bojong Gede Ternyata Asli Tambora

Densus Sempat Gerebek Rumah Kosong Vila Asia 

Sentul Jadi Tempat Pelatihan Teroris

Terduga Teroris Anwar Akhirnya Meninggal

Jaringan Teroris Thorik Berjumlah 9 orang  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.