Terekam CCTV, 2 Pencuri Kuras Toko Laptop di Blitar

Laporan dari Imam Taufiq wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,BLITAR - Toko laptop milik Imam Miftahuddin (36), di Jl Raya Kauman, Kelurahan/Kecamatan Srengat atau 200 meter sebelah timur polsek setempat, Rabu (6/2/2013) dini hari dibobol pencuri.

Dua pencuri berhasil menguras isi toko dengan menggondol laptop berbagai merek sebanyak 22 unit dan baterainya.

Akibat kejadian ini, kerugian yang dialami korban sekitar Rp 65 juta. Sebenarnya, malam itu toko korban tak kosong namun ada satu karyawannya, Didik Eko Mulyono (23), yang tidur di toko itu.

Hanya saja saat kejadian itu Didik tidur pulas di kamar belakang sehingga tak tahu kalau toko yang dijaga itu didatangi dua pencuri.

Sedang, korban sendiri yang asal Dusun Krebet, Kelurahan Srengat, Kabupaten Blitar memang tak tidur di tokonya melainkan menyewa rumah di depan tokonya, yang dipisah dengan jalan raya.

Menurut korban, pencurian di tokonya terekam CCTV. Berdasarkan rekamannya, pencuri berjumlah dua orang dengan sama-sama memakai jas hujan namun wajahnya tak terlihat.

Sebab, yang satu memakai helm dan satunya lagi pakai cadar. Mereka masuk toko sekitar sekitar pukul 02.27 WIB setelah menggergaji dua gembok pintu depan toko yang bernama Kersa Jaya Komputer itu.

"Begitu masuk toko, mereka mengambil kontak sepeda motor saya dan dibawa. Mungkin tujuannya, kalau ketahuan, kami nggak bisa mengejarnya," tutur korban.

Untuk membuka etalase, pelaku merusak kunci etalase dengan menggunakan obeng. Selanjutnya, mereka mengambil semua laptop yang ada dalam etalase itu dengan dimasukkan ke dalam sak.

Di tengah-tengah aksinya, salah satu pelaku sempat mengintip kamar belakang yang dipakai tidur Didik, penjaga toko itu. Tahu Didik, tidur, pelaku kembali membantu temannya, yang lagi memasukkan baterai laptop ke dalam kardus.

Sekitar 10 menit kemudian atau tepat pukul 02.37 WIB, mereka kabur. Dugaannya, mereka mengendarai sepeda motor karena memakai jas hujan. Baru sekitar pukul 04.00 WIB, pencurian itu diketahui Imam sendiri.

Saat itu, ia datang ke tokonya, dengan maksud hendak salat malam (Tahajud). Namun, kebetulan malam itu ia ketiduran. Padahal biasanya setiap malam, ia selalu bangun dan langsung salat malam di tokonya antara pukul 02.00 sampai 03.00 WIB.

Awalnya, ia tak curiga saat berada di depan tokonya karena pintu depan toko itu tetap tertutup rapat. Namun, begitu dibuka dan tak terkunci, ia baru curiga. Lebih kaget lagi ketika melihat dua gemboknya rusak sehingga ia buru-buru membangunkan Didik.

"Kami langsung mengecek isi toko namun isi etalase sudah habis. Yang ditinggal hanya charge-nya," ujarnya.

Berdasarkan rekaman di CCTV, kedua pelaku itu berbadan dengan tinggi diperkirkan antara 165 cm. Namun yang aneh, keduanya sama-sama memakai jaket atau jas hujan yang warnanya seragam yakni abu-abu.

"Padahal, saat itu di tempat kami nggak hujan atau gerimis," ujar korban.

Korban sendiri sudah dua tahun membuka toko laptop dengan menyewa toko selebar 7 x 8 m2 yang berada komplek pertokoan pasar Srengat. Karyawannya empat orang namun yang tidur di dalam toko hanya Didik karena rumahnya jauh, di Desa/Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar atau yang berjarak sekitar 35 km dari TKP.

AKP Slamet Riyadi, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota menduga, sebelum beraksi di toko laptop itu, pelakunya diperkirkan sudah terlebih dulu menggambarnya. Sebab, mereka terkesan sudah hafal dengan kondisi toko.

"Bayangkan, hanya sekitar 10 menit atau secepat itu, mereka bisa beraksi dengan mulus. Dugaan kami, mereka itu pelaku lokal dan saat ini anggota sudah kami dikerahkan ke lapangan untuk memburu pelakunya," katanya.

Jawa
  • Permen Seks Lagi Heboh di Surabaya
  • Sepasang Kekasih Curi Laptop, Ditahan di Polres Surabaya
  • Pembuang Orok Ditangkap di RSUD dr Soegiri Lamongan
  • Cara Unik Siswa SD Warga Sambut Imlek
  • Imlek, Pengrajin Lampion Kebanjiran Order
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.