Terekam CCTV, Dua Satpam Disekap Perampok

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Sekawanan perampok beraksi di objek wisata Water Splash di Jalan Waskita Kusumah, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Selasa (30/12/2012) dini hari. Selain menganiaya dan menyekap petugas satpam, kawanan berhasil menggondol harta benda yang diperkirakan senilai Rp 25 juta.

Aksi perampok saat memasuki lokasi, sempat terekam kamera CCTV. Kawanan terlihat berjumlah enam orang dan masuk melalui pintu belakang, sambil membawa senjata, seperti golok dan linggis. Mereka kemudian memasuki ruangan staf dan di sanalah kawanan beraksi.

Dua petugas satpam, Gugun dan Rudi serta dua karyawan lain yang sedang berjaga di kantor, langsung digertak. Para korban sempat memberikan perlawanan, namun karena kalah banyak, mereka malah dianiaya. Kawanan kemudian mengikat keempat korban dan disekap.

Kawanan lainnya dengan leluasa mengobrak-abrik setiap ruangan di kantor wisata air tersebut. Mereka menemukan uang tunai Rp 20 juta, dan sebelum kabur sempat menggondol sejumlah barang elektronik, di antaranya dua kamera digital dan pesawat televisi jenis LCD.

"Setelah kawanan kabur, saya berupaya meloloskan diri dengan membuka tali menggunakan gigi," ujar Gugun kepada polisi yang datang ke lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi.

Gugun mengaku sempat memberikan perlawanan, namun akhirnya tak berkutik karena kawanan membawa golok dan linggis. Bahkan ia bersama ketiga rekannya sempat dianiaya.

Polisi yang melakukan identifikasi menemukan satu unit CPU tidak terbawa dan tergeletak di tepi kolam. Uang recehan juga berserakan di bawah sebuah laci meja di dalam kantor. Sementara rekaman CCTV dibawa polisi untuk diidentifikasi lebih jauh. "Melalui rekaman CCTV diharapkan bisa dikenali pelakunya," ujar salah seorang petugas.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Gupuh Setiyono, mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan. "Kasusnya masih dalam pengembangan dan ditangani Satrekrim. Dari hasil sementara sudah ada kecurigaan yang mengarah kepada pelaku. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap," harapnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.