Terendam Banjir, Mobil Mewah Ini Diselamatkan Montir Rumahan

Krisna Wicaksono, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVABanjir akibat luapan sungai Citarum di Kabupaten Karawang berdampak parah tidak hanya bagi masyarakat sekitar, namun juga memberikan cerita tersendiri ketika ada pihak yang hendak memberi bantuan kepada para korban.

Salah satunya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari fraksi Golkar, Dedi Mulyadi. Saat hendak memberi bantuan logistik kepada warga yang terisolir di Ranggagede, Kecamatan Tanjungpura dengan ketinggian air 1,5 meter, mobil yang ditumpanginya terendam.

Akibatnya, mobil SUV kategori elit itu mengalami kerusakan pada mesin, perangkat digital eletronik dan elemen lainnya. Dedi menuturkan, distribusi bantuan menyebabkan mobilnya tenggelam ketika menerabas banjir.

"Dan benar saja mobil kemasukkan air. Jika saya tidak membuka atap dan keluar, mungkin saya sudah selesai (terjebak air di dalam mobil)," ujar Dedi dalam keterangan persnya, dikutip VIVA Otomotif Kamis 25 Februari 2021.

Kemudian, lanjut Dedi, pihaknya mencari montir terdekat karena mobil berada dalam kondisi rusak parah. Ia mendapat informasi, ada seseorang yang bersedia memperbaiki mobilnya tanpa biaya besar. Dedi kemudian meminta orang itu untuk menjemput mobilnya. Montir tersebut bernama Edi, pemilik bengkel rumahan.

Edi kemudian menjemput mobil Dedi. Namun ia mengalami kendala, karena mobil tidak bisa bergerak. Akhirnya Edi mencari cara alternatif agar mobil itu sedikit bisa bergerak ketika didorong.

"Akhirnya dia berhasil. Mobil bisa bergerak untuk didorong. Akhirnya mobil didorong dan bisa derek. Ketika di rumah, saya ditelepon bahwa bagasi bisa dibuka dan tas saya bisa diambil. Itu artinya dia bisa membuka bagasi yang terkunci oleh sistem komputer. Dia juga bisa memperbaiki tanpa harus mengganti onderdil," kata Dedi.

Dedi melihat, Edi bisa memperbaiki mobil Eropa jenis Range Rover Vogue dengan sistem komputer tersebut. Ia kemudian bertanya terkait pendidikan formal Edi.

"Dia ternyata hanya lulusan SD Rahaja, Wanayasa. Namun ia punya pengalaman bengkel, karena ia pernah bekerja di sejumlah showroom di Jakarta. Ia bisa membengkel dengan belajar otodidak," ujar mantan Bupati Purwakarta itu.

Sebagai informasi, sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) di Ranggagede Kecamatan Tanjungpura terdampak banir yang mengharuskan mengungsi, karena diterjang banjir dengan ketinggian air 1,5 meter. Bahkan sebagian warga di daerah tersebut terisolasi.

Selain rumah, akses penghubung antar desa terendam dan warga yang terdampak akibat banjir terpaksa diungsikan di di gedung serbaguna dan bangunan yang berada di dataran tinggi.