Terganggu cuaca buruk, tiga penerbangan di Ambon alihkan pendaratan

·Bacaan 1 menit


Tiga jadwal penerbangan ke Bandara Pattimura Ambon, Maluku, terganggu cuaca buruk, sehingga terpaksa mengalihkan pendaratan ke bandara terdekat.

"Tiga pesawat tidak bisa mendarat di Bandara Pattimura karena cuaca buruk di Ambon yang mengakibatkan jarak pandang terbatas," kata Legal, Compliance & Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Pattimura Ambon, Aditya Narendra, Senin.

Ia mengatakan tiga penerbangan yang dialihkan yakni maskapai Wings Air (IW 1507) rute Langgur ke Ambon, dilaihkan ke Sorong, Lion Air (JT 880) rute Makassar Ambon, juga dialihkan ke Sorong. Sedangkan pesawat Batik Air (ID 6170) rute Jakarta ke Ambon, dialihkan ke Makassar.

Baca juga: Kemenhub kampanyekan budaya keamanan penerbangan dan bandara

Terganggunya aktivitas penerbangan di Bandara Pattimura diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi, yang mengguyur Ambon sejak Senin (14/6).

"Hujan dengan intensitas tinggi membuat jarak pandang menjadi terbatas, sehingga pesawat membatalkan keberangkatan, bahkan mengalihkan pendaratan ke bandara lain," ujarnya.

Tiga jadwal pesawat tersebut kembali mendarat di Bandara Pattimura yakni Wings Air (IW 1507) pukul 11.00 WIT, dari jadwal mendarat pukul 07.00 WIT, dengan total penumpang 27 orang.

Baca juga: Angkasa Pura I catat trafik penumpang 2,2 Juta pada Mei 2021

Lion Air (JT 880) mendarat di Ambon pukul 10.44 WIT, total penumpang: 129 orang dan Batik Air (ID 6170) mendarat di Ambon jam 12.16 WIT, dengan total penumpang 174 orang.

Ditambahkannya, sesuai prosedur yang berlaku jika cuaca buruk penerbangan yang posisinya telah mendekati bandara akan dialihkan ke bandara terdekat atau apabila memungkinkan akan melakukan holding atau menunggu di udara.

"Apabila cuaca masih buruk maka pesawat dari daerah asal akan menunggu diberangkatkan sampai kondisi membaik," katanya.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel