Tergiur Motor Trail Murah di Marketplace, Penjual Pentol di Balikpapan Kena Tipu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Balikpapan - Nasib apes dialami Dartowiyono (55) warga Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah, yang bermimpi memiliki motor trail. Karena tergiur dengan harga murah, dia malah menjadi korban penipuan belanja online di salah satu marketplace. Alhasil, uang Rp6 juta yang telah dikumpulkan penjual pentol itu raib digondol penipu.

Kasus penipuan ini bermula saat Darto sapaan akrab Dartowiyono berselancar di jejaring sosial Facebook. Saat membuka marketplace dia terpincut dengan unggahan motor trail jenis Kawasaki KLX dengan harga murah, pada Kamis (18/11/2021) siang.

Apalagi dalam unggahan itu pemilik akun mengatakan bahwa barang itu Cash On Delivery (COD) dengan harga Rp7,5 juta. Tak pikir panjang, lantas tulisan kirim berwarna biru untuk melakukan interaksi kepada penjual pun disentuh oleh Darto guna melakukan negosiasi.

Kirim Uang

Polda Metro Jaya mengungkap sindikat ‎penipuan melalui media sosial Facebook dengan pelaku WN Nigeria dan 2 WNI.
Polda Metro Jaya mengungkap sindikat ‎penipuan melalui media sosial Facebook dengan pelaku WN Nigeria dan 2 WNI.

Kemudian, korban yang merupakan seorang penjual pentol di depan mini market Maxi Jalan D I Panjaitan, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, melanjutkan interaksi melalui aplikasi WhatsApp (WA).

"Setelah negosiasi kami malah disuruh transfer uang jadi Rp3,5 juta, katanya barang langsung dikirim," terang Darto saat ditemui Liputan6.com di tempat jualannya, Kamis (18/11/2021).

Meskipun bertulisan COD, tetapi Datro tetap mengikuti kemauan si penipu, dengan mentransfer uang sesuai nominal yang diminta. Rupanya tidak hanya sekali korban diminta mengirimkan uang. Pelaku penipuan kembali meminta kiriman uang dengan dalih uang jaminan asuransi dari ekspedisi.

"Di sini dia minta transfer lagi, ya saya transfer Rp2,5 juta, jadi totalnya 6 juta," terangnya.

Pelaku Kabur

Mustakim, melaporkan kasus penipuan di media sosial (medsos) Palembang yang dialaminya ke SPKT Polresta Palembang (Liputan6.com / Nefri Inge)
Mustakim, melaporkan kasus penipuan di media sosial (medsos) Palembang yang dialaminya ke SPKT Polresta Palembang (Liputan6.com / Nefri Inge)

Namun, setelah melakukan transfer tersebut, hingga saat ini tidak ada respons dari pembeli, padahal saat meminta uang untuk jaminan asuransi, pelaku mengatakan akan mengembalikan uang tersebut dalam waktu 10 menit. "Ya sampai sekarang belum ada kembali," ujar Darto.

Dari situ ia pun mulai merasa bahwa ia tengah diperdaya oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk meraih keuntungan dengan cara yang tidak dibenarkan.

"Tentunya saya ikhlas, toh dia yang lakuin tanggungjawabnya di akhirat nanti, wong uangnya juga enggak halal," katanya.

Meski ikhlas, Darto tetap melaporkan kejadian penipuan itu kepada pihak yang berwajib, untuk diusut tuntas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel