Terima Rekomendasi Komnas HAM, Mahfud MD: Ferdy Sambo Tak Bisa Mengelak

Merdeka.com - Merdeka.com - Menko Polhukam Mahfud MD menerima laporan hasil rekomendasi Komnas HAM dan Komnas Perempuan terkait kematian Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Mahfud mengatakan, meski laporan itu tidak projustitia namun dapat menjadi info tambahan di kepolisian dalam mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka.

"Ini adalah hasil laporan yang tidak projustitia, kita sampaikan saja biar polisi mendalami, memang sudah jelas perencanaan pembunuhan sehingga Sambo tak bisa mengelak," katanya saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Senin (12/9).

Dia menegaskan, motif dalam kasus ini tidak begitu dibutuhkan. Sebab, pihak pengadilan hanya ingin memastikan jika pelaku tidak gila saat beraksi.

“Motif tidak harus ada, tapi kadang kala hakim mau tahu juga motif pelaku. Apakah orang sehat atau gila? Sehingga dicari motifnya, kalau tidak gila sebetulnya cukup,” jelasnya.

Mahfud menambahkan, setelah pelaku dipastikan seorang yang waras maka selanjutnya baru digali apakah pembunuhan dilakukan secara terencana atau spontan. Namun untuk mengurai hal itu, menjadi tugas kepolisian untuk mengusut dengan cermat.

“Tapi apakah (membunuhnya) emosional? terencana? Itu diserahkan ke polisi yang ngolah. Polisi tahu mana yang harus didalami dan tidak,” tutupnya.

Reporter: M Radityo/Liputan6.com [fik]