Terima Rp 10 Juta, Maharani: Saya Enggak Munafik  

TEMPO.CO, Jakarta - Maharani Suciono, 19 tahun, membeberkan posisinya dalam kasus dugaan suap impor daging sapi. Dalam pertemuan dengan Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien, Selasa malam, pekan lalu, Maharani mengaku menerima duit Rp 10 juta dari Fathanah.

"Kenapa saya terima? karena enggak munafik, siapa sih yang enggak mau menerima uang sebanyak itu," kata Maharani dalam konferensi pers di hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa malam, 5 Februari 2013.

Maharani mengaku menerima duit itu karena Ahmad Fathanah mengatakan uang tersebut sebagai hadiah perkenalan. Maharani juga telah mengetahui uang itu berjumlah Rp 10 juta.  (Baca juga: Maharani dan Suara Berisik di Kamar Le Meridien)

Maharani menjelaskan, sehari sebelumnya atau tepatnya Senin, 28 Januari, ia bersama teman-temannya sedang berada di sebuah cafe di kawasan Senayan City. Di kafe itu juga ada Ahmad Fathanah, tapi mereka belum saling kenal. 

Saat hendak ke toilet, ia diberikan secarik kertas yang bertuliskan nama dan nomor telpon Fathanah dari seorang pelayan. "Saya tanya ini buat saya atau teman saya, kata pelayan itu buat saya, dari bapak yang duduk di sana (sambil menunjukkan posisi duduk Ahmad Fathanah)" ujar Maharani.

Namun, ketika pelayan memberikan kertas tersebut, Ahmad Fatanah sudah tidak berada di tempat duduknya. Kemudian, karena merasa penasaran Maharani mencoba mengirimkan pesan singkat kepada nomor yang ada di kertas tersebut. "Dia bilang mau kenalan tapi enggak berani karena ada teman-teman," ujarnya.

Dalam pesan singkat tersebut akhirnya Ahmad Fathanah mengajak Maharani bertemu pada Selasa malam. Ahmad Fathanah, kata Maharani, hanya mengajak makan malam di hotel Le Meridien. "Karena saya berpikir positif biar enggak dibilang sombong, saya temuin. Masa kenalan saja tidak boleh. Tapi saya tidak memiliki niat sedikitpun untuk mencari keuntungan dalam perkenalan itu," ujarnya.

AFRILIA SURYANIS

Berita terpopuler lainnya:

Ibas Jadi Ketua Umum? Ketua Fraksi Demokrat Diam

Skandal Besar Sepak Bola Eropa Terungkap

Anas Diganti Ibas, Kata Ruhut

Begini Raffi Tanggapi Isu Rekayasa BNN

Abraham Samad Tak Pernah Jadi Caleg PKS

Diduga Gelapkan Pajak, Apa Kata SBY?

Kubu SBY Bermanuver, Anas Terdesak?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.