Terima Suap, Hatta Minta Oknum Pajak Dihukum Berat  

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNnews.com
    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNNEWS.COM - Agus menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan …

  • 6 Jenis Pelanggan yang Layak untuk Anda Pecat

    6 Jenis Pelanggan yang Layak untuk Anda Pecat

    Studentpreneur
    6 Jenis Pelanggan yang Layak untuk Anda Pecat

    Secara jangka panjang, pelanggan yang destruktif membawa lebih banyak kerugian dibanding keuntungan. …

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Menteri Keuangan Hatta Rajasa meminta agar oknum pegawai Direktorat Pajak Kementerian Keuangan yang tertangkap tangan menerima suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi agar ditindak tegas. "Setiap pelanggaran harus ditindak tegas," kata Hatta di kantor Kementerian Keuangan, Rabu, 15 Mei 2013. 

Hatta mengaku baru mendengar ihwal penangkapan salah seorang pegawai pajak tersebut. Dia meminta agar reformasi birokrasi di jajaran Kementerian Keuangan agar terus dilakukan. "Reformasi ini dalam konteks luas. Artinya reformasi mental dan spiritual. Orang kalau spiritualnya kuat tidak akan sampai begitu," ujar dia.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap seorang pegawai pajak di Jakarta pada pagi tadi, Rabu, 15 Mei 2013. Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, pegawai pajak itu tertangkap saat menerima uang dari wajib pajak sekitar Rp 2 miliar.

Pegawai pajak dari Kantor Wilayah Jakarta Timur tersebut kini sudah ada di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia tiba di KPK pada pukul 12.30 WIB. Dia dibawa oleh dua penyidik KPK dengan mengendarai mobil Toyota Innova hitam. Pegawai pajak itu sama sekali tidak berkomentar kepada para wartawan.

Sementara Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany membenarkan penangkapan seorang anak buahnya tersebut. Dia mengaku bersyukur KPK mampu menangkap tangan karena pihaknya cukup kesulitan untuk melakukan penangkapan seperti yang dilakukan komisi antirasuah. Menurut dia, penangkapan itu sangat membantu dalam upaya memberantas korupsi di lembaga yang dipimpinnya. 

ANGGA SUKMA WIJAYA

Topik Terhangat:

PKS Vs KPK| E-KTP |Vitalia Sesha |Ahmad Fathanah |Perbudakan Buruh

Berita Lainnya:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...