Teringat Tembak Brigadir J, Bharada E Trauma Masuk Rumah Dinas saat Rekonstruksi

Merdeka.com - Merdeka.com - Rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat menyisakan trauma bagi Bharada E alias Richard Eliezer. Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J dilakukan langsung Bharada E bersama empat tersangka lain yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka R dan Kuat Maruf.

Koordinator tim kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy mengatakan, Bharada mengalami trauma saat masuk Tempat Kejadian Perkara (TKP) rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Rumah dinas itu merupakan tempat eksekusi terhadap Brigadir J.

"Posisinya beliau ketika masuk rumah Duren Tiga kemarin agak trauma tetapi semoga hari ini lebih baik," kata Ronny saat dikonfirmasi lewat pesan instans di Jakarta, Rabu (31/8).

Menurut dia, trauma tersebut mengingatkan Bharada E saat disuruh Ferdy Sambo menembak Brigadir J. Kebersamaan Bharada E dan Almarhum Brigadir J terlihat dalam rekonstruksi TKP Magelang pada adegan ke-13 terlihat tidur di satu tempat.

"Kalau kami di posisi ini juga pasti sulit, karena orang setiap hari kami ketemu terus disuruh tembak," kata Ronny.

Ada Perbedaan Bharada E dan Ferdy Sambo

Ronny memastikan bahwa setiap reka ulang diperagakan kliennya sudah yang sebenarnya, meskipun dalam proses rekonstruksi ada beberapa adegan yang berbeda keterangan antara Ferdy Sambo dan Bharada E.

"Perbedaan itu karena ada saudara FS menolak apa yang disampakan Bharada E," kata Ronny, dikutip dari Antara.

Perbedaan ini, kata Ronny, tidak menyurutkan komitmen kliennya untuk menjadi saksi pelaku atau justice collaborator dalam mengungkap perkara ini.

"Iya, jadi beberapa poin berbeda tetapi kami akan uji dengan bukti yang lainnya nanti di persidangan," ujar dia.

Konfrontasi dengan Putri Candrawathi

Bharada E hari ini akan mengikuti proses konfrontasi pemeriksaan Putri Candrawathi di Bareskrim Polri. Menurut Ronny, meski kliennya belum mendapatkan undangan tapi sudah mengetahui ada agenda konfrontasi tersebut.

Terkait kondisi mental Bharada E yang sempat trauma saat masuk TKP Duren Tiga, Ronny berkeyakinan kliennya tetap fokus mengikuti rekonstruksi.

"Untuk rekonstruksinya dia tetap fokus," kata dia.

Dalam proses rekonstruksi penyidik memberikan kesempatan kepada tersangka untuk memperagakan versi masing-masing dengan menggunakan peran pengganti.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi.

"Dalam konfrontasi mereka memang ada beberapa pihak yang menolak, terutama dari pihak FS, kalau dia menolak kami pakai pemeran pengganti, karena menurut RE (Bharada E) dia di kiri, tapi menurut FS dia di kanan, ya kalau mereka tidak sepakat ya kami harus menunjuk pemeran pengganti," kata Andi di TKP Duren Tiga, Selasa (30/8). [gil]