Terinspirasi GameStop, Fenomena Investor Ritel Menjalar ke Malaysia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Terinspirasi dari reli saham GameStop di Amerika Serikat, investor ritel Malaysia juga membeli saham perusahaan pembuat sarung tangan. Aksi investor ritel Malaysia itu mendorong harga saham produsen sarung tangan dan menekan short sellers.

Saham GameStop telah melonjak 1.700 persen hanya dalam dua minggu seiring investor amatir AS masuk dan memaksa hedge funds kehilangan miliaran dana karena posisi yang diambil.

Forum WallStreetBets di Reddit, tempat para investor kecil mendiskusikan saham secara anonim dinilai telah memicu reli GameStop.

Dalam forum baru di Reddit bernama BursaBets, yang dibuat pada Kamis, investor ritel Malaysia membahas pembelian saham pembuat sarung tangan, dan mengeluh tentang harga saham yang turun dalam beberapa bulan terakhir bahkan ketika keuntungan perusahaan tumbuh.

Malaysia adalah produsen sarung tangan medis terbesar di dunia, dan permintaannya melonjak karena pandemi COVID-19.

"Kami akan berjuang di pasar kami besok. Kami berupaya mengembalikan pasar ke dalam kendali kami,” ujar pengguna forum BursaBets, seperti dilansir dari The Star, Sabtu (30/1/2021)

Terapkan Transaksi Short Selling

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Diskusi di forum tersebut berpusat pada perusahaan pembuat sarung tangan terbesar yaitu Top Glove, dan posisi short dalam sektor tersebut.

Adapun penerapan transaksi saham pembuat sarung tangan mungkin seperti GameStop dengan short selling. Short selling merupakan transaksi dalam perdagangan saham ketika investor dan trader meminjam dana untuk menjual saham yang belum dimiliki dengan harga tinggi dengan harapan akan membeli pada saat harga saham turun.

Mereka yang bertaruh pada kenaikan juga berisiko kehilangan investasi jika kenaikan harga tidak terbukti berkelanjutan.

Investor institusi biasanya mendorong pergerakan saham. Analis telah mencatat peningkatan minat ritel pada pembuat sarung tangan Malaysia dalam satu tahun terakhir, meski tidak jelas seberapa besar dampak pembelian eceran yang mungkin terjadi.

Saham TopGlove naik 290 persen tahun lalu mencapai level tertinggi sepanjang massa di 9,76 Ringgit pada Agustus 202. Akan tetapi, saham itu turun hampir 40 persen karena vaksin COVID-19 tersedia. Investor juga mengajukan pertanyaan terkait perlakuan perusahaan terhadap staf setelah lebih dari 5.000 pekerja pabrik yang terpapar COVID-19.

Saham pembuat sarung tangan lainnya Supermax Corp, Hartalega Holdings dan Kossan Rubber Industries juga alami kenaikan dan penurunan. Top Glove, Kossan dan Hartalega adalah tiga saham short selling pada 27 Januari.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini