Terinspirasi Pelatihan Kartu Prakerja, Wanita Papua Racik Kopi Susu di Kedainya dan Ternyata Laku

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Grace Woisiri, wanita asal Jayapura, Papua membuat menu tambahan es kopi susu gula aren di warung makan miliknya. Inspirasi membuat minuman ini dia dapatkan usai mengikuti pelatihan Kartu Prakerja setelah lolos pada gelombang ke-5.

Inovasi ini membuahkan hasil, usaha kecilnya bisa tumbuh secara pendapatan. Itu karena masyarakat sekitar menyukai menu baru tersebut yang berbeda dari sekedar kopi hitam panas saja.

Melansir dari akun resmi Instagram milik Kartu Prakerja di @prakerja.go.id, Senin (4/10/2021), Grace menceritakan jika memanfaatkan pelatihan Kartu Prakerja dengan mengikuti pelatihan ‘Membuat Kopi Kekinian’.

“Ternyata dari situ (pelatihan yang dilakukan), saya mengetahui bahwa membuat tidak hanya kopi panas saja. Ternyata kopi bervariasi, bisa juga dengan pakai es batu,” ujar Grace.

Tak menunggu lama, setelah mencoba menjual kopi susu, jumlah penghasilan yang ia terima pun bertambah sehingga dapat memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Berbagai bahan baku pada menu barunya juga tidak sulit didapatkan, seperti gula aren. Dengan mudah gula aren bisa ditemukan di Papua.

Sebagai salah satu pelaku usaha kecil, Grace memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada untuk terus mengembangkan usahanya.

Salah satunya insentif pelatihan Kartu Prakerja, dana yang diterima dialokasikan untuk modal bisnis, transportasi, dan kebutuhan anak-anaknya.

“Dengan pandemi ini, kita juga dapat ilmu untuk mengembangkan usaha kita, tidak hanya di rumah saja, (dapat) membuat usaha kita semakin maju,” tambahnya sambil mengajak masyarakat dan pelaku usaha lain untuk juga menggunakan program dari Kartu Prakerja.

Pendaftaran Kartu Prakerja

Ilustrasi Program Kartu Prakerja. Dok prakerja.go.id
Ilustrasi Program Kartu Prakerja. Dok prakerja.go.id

Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang ke-22 akan kembali dibuka. Nantinya, proses pendaftaran yang dibuka juga ingin memberikan kesempatan pada sisa kuota peserta dari jumlah gelombang 18-21 sebelumnya.

Head of Communication Manajemen Kartu Prakerja Louisa Tuhatu menyatakan bahwa pihak dari sana masih menunggu dan menghitung jumlah kuota peserta yang akan dicabut hingga gelombang ke-21.

“Masih ada Kartu Prakerja gelombang 20 dan 21 yang dipantau untuk mendapatkan hasil kepesertaan yang dicabut dan dipulihkan kembali sebagai gelombang ke-22,” tambah Louisa.

Meskipun demikian, untuk pengumuman dari gelonmbang ke-22 masih belum dapat dipastikan target dari pembukaan pendaftaran. Jika mengikuti Permenko Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020, manajemen pelaksana Kartu Prakerja harus menunggu 30 hari masa pembelian pelatihan dari gelombang ke-20 dan 21 pasca kelulusan diumumkan.

Sementara itu, jika mengikuti alur dari pembukaan pendaftaran yang biasanya dilakukan Kartu Prakerja, diprediksi akan dibuka di akhir Oktober 2021.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel