Terisolasi di Rumah karena Pandemi Dan Sakit Kronis, Perempuan Ini Sadari Pentingnya Hidup di Masa Kini

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Josie George sudah berada di dalam rumah terasnya yang sempit selama hampir 1 tahun, saat ini. Josie belum jalan-jalan keluar atau bahkan pergi ke toko sekalipun.

Setiap pagi, ia bangun dengan hari yang sama seperti kemarin. Bangun tidur dengan kucing yang meringkuk di sisi kanannya dan sang anak yang pindah tidur ke ranjangnya, mereka akan mulai mengerjakan tugas sekolah dan pekerjaan menulis Josie.

Semua hal dilakukan hampir dari tempat tidur. Josie mengingat momen 2 minggu di musim panas tahun lalu ketika merasa cukup aman untuk terbang dari Denmark bertemu dengan sang suami yang sudah terpisah selama 6 bulan.

Mereka pergi ke tempat-tempat yang sepi dan suaminya akan mendorong kursi roda Josie. Josie menangis karena senang melihat suaminya, bisa keluar menghirup udara segar, dan piknik bersama keluarga.

Sekarang 6 bulan sejak momen tersebut, Josie duduk setiap hari di depan iPad untuk menjalani hidupnya. Hidup Josie penuh dengan rasa sakit, kelelahan, aktivitas, dan tawa.

Kehidupan Josie sebelum pandemi

Ilustrasi koma. Sumber foto: unsplash.com/Marcelo Leal.
Ilustrasi koma. Sumber foto: unsplash.com/Marcelo Leal.

Sebelum pandemi, Josie sesekali akan keluar naik skuternya, pergi ke pusat komunitas di sekitar rumahnya. Ia merasa seperti anak kecil.

Atau ia akan pergi ke rumah sahabatnya. Namun, minggu-minggu ini Josie merasa tidak cukup sehat untuk meninggalkan rumah, isolasi mandiri terasa lebih lama baginya, karena penyakit kronis yang dideritanya.

Josie menderita beberapa penyakit yang membingungkan, sekaligus melumpuhkan sejak ia masih anak-anak, termasuk ME parah dan kerusakan sistem saraf otonom. Di tahun ini, Josie telah mengalami kerinduan, sakit hati, kelelahan, kecemasan, bahkan keputusasaan, di samping tubuhnya yang sakit.

Namun, ia juga bahagia. Ada begitu banyak hal membahagiakan yang dirasakan oleh Josie.

Josie telah belajar untuk memanfaatkan hari-harinya dengan cara mengatur rak buku, bermain permainan, meregangkan tubuh, dan mendokumentasikan pikirannya. Ia belum kehabisan hal-hal baik untuk dilakukan.

Josie bisa lebih mensyukuri hidupnya di masa kini

Ilustrasi rumah sakit/dok. Unsplash Insung Yoon
Ilustrasi rumah sakit/dok. Unsplash Insung Yoon

Memiliki anak yang berada di rumah terus menerus membuat Josie sangat kelelahan, namun juga menimbulkan perasaan luar biasa, seperti mengklaim kembali sesuatu yang ia kira sempat hilang. Anehnya, mengasuh anak membuat Josie merasa lebih didukung.

Sekarang di saat orang-orang ramai membicarakan masa depan tentang normal yang baru, Josie berusaha hidup sebaik mungkin di saat ini. Ia berharap bahwa hal-hal yang masih dalam kendalinya adalah sesuatu yang baik.

Setelah vaksin pun, Josie sadar bahwa hidupnya tidak akan banyak berubah. Saat ini, bagi Josie yang terpenting adalah bagaimana cara untuk bertahan dengan apapun yang ia miliki saat ini.

Josie percaya bahwa inilah artinya perasaan benar-benar di rumah. Bagaimana menurutmu, Sahabat FIMELA?

#Elevate Women