Terjadi Laga Paling Tragis dan Terdramatis di Fuzhou China Open

Bayu Adi Wicaksono

VIVA – Baru saja terjadi laga paling tragis dan dramatis serta menegangkan BWF World Tour Super 750, Fuzhou China Open 2019.

Laga terdramatis ini terjadi di sektor ganda putra antara wakil tuan rumah He Jiting/Tan Qiang dengan jagoan Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov.

Memang pertarungan antara ranking 16 dan 25 dunia hanya berlangsung selama 56 menit. Namun, dalam laga rubbergame ini mencatatkan poin terbanyak dengan total jumlah 128 poin.

Dalam laga yang dilangsungkan di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, China, Selasa 5 November 2019, pertarungan sengit terjadi sejak awal. Kedua pasangan sama-sama bermain ngotot dan saling jual beli serangan.

Memang di awal game pertama, He/Tan sempat mendominasi pertandingan dan menguasai perolehan angka. Bahkan mendekati akhir game mereka unggul 4 poin pada kedudukan 19-15. Hanya saja, untuk memetik kemenangan bukan perkara mudah.

Terbukti Vladimir/Ivan malah bisa menyusul perolehan poin dan menyamakan angka 19-19. Setelah poin sama kuat, He/Tan kembali unggul 1 poin dan membuka peluang untuk memenangkan game pertama. Tapi, lagi-lagi Vladimir/Ivan bisa menggagalkan kemenangan dan menciptakan deuce.

Hanya saja akhirnya He/Tan bisa mendapatkan 2 poin kemenangan dan menuntaskan perlawanan Vladimir/Ivan dengan poin dramatis 22-20.

Meski kalah, namun keberhasilan mereka menciptakan deuce di game pertama cukup membuat semangat Vladimir/Ivan terbakar. Terbukti mereka bisa merebut kemenangan game kedua dengan angka yang telak 13-21. Dan laga pun harus dituntaskan melalui game tambahan.

Di game penentu ternyata pertarungan semakin memanas saja, terutama di detik-detik akhir. Di awal game He/Tan sempat menguasai laga dengan unggul angka. Namun, di pertengahan game situasi berubah. Apalagi setelah Vladimir/Ivaen bisa menyamakan poin 11-11 setelah sempat tertinggal 11-9. Tak hanya menyamakan angka, 5 poin beruntun yang mereka dapatkan membuat mereka berbalik unggul pada kedudukan 11-14.

Hingga memasuki waktu krusial mereka masih bisa mempertahankan keunggulan. Bahkan Vladimir/Ivan mendapatkan kesempatan untuk merebut kemenangan saat unggul 18-20 dari He/Tan.

Tapi apa yang terjadi, mereka gagal mendapatkan 1 poin pamungkas. Sebab secara tak terduga He/Tan memborong 3 poin beruntun untuk menggagalkan kemenangan sekaligus membuka peluang untuk menang dengan keunggulan 21-20.

Dalam kondisi itu, Vladimir/Ivan juga membuat kejutan, mereka juga menggagalkan upaya He/Tan untuk menang. Mereka mendapatkan 2 poin dan berbalik unggul pada skor 21-22. Sayang kesempatan kedua juga gagal menjadi kemenangan karena He/Tan bisa menyamakan angka 22-22.

Untuk ketiga kalinya Vladimir/Ivan kembali mendapatkan peluang setelah unggul lagi 22-23. Dan untuk ketiga kalinya mereka mensia-siakan peluang itu, sebab He/Tan berhasil memaksa terjadi deuce usai menyamakan angka 23-23.

Kali ini situasi kembali berubah, giliran He/Tan yang mendapatkan peluang emas memenangkan game ketiga itu setelah berbalik unggul 24-23. Kesempatan itu juga bisa dikandaskan Vladimir/Ivan dengan menyamakan angka 24-24.

Memasuki waktu yang benar-benar sangat genting itu, He/Tan kembali unggul 25-24. Dan lagi-lagi bisa disamakana 25-25 oleh Vladimir/Ivan. Akhirnya He/Tan mendapatkan 2 poin penting untuk menuntaskan pertarungan melelahkan itu dengan skor akhir 27-25.

Kekalahan ini tentu sangat menyakitkan bagi Vladimir/Ivan. Sebab mereka lebih dari 2 kali mendapatkan kesempatan untuk memenangkan laga. Hanya saja takdir berkata lain.

Sementara itu dengan kemenangan ini He/Tan melaju mulus ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang pertarungan antara The Minions  dengan Goh V Shem/Tan Wee Kiong.

Baca: Pembantai Ratu-ratu Bulutangkis Hajar Gadis Jepang di China Open