Terjaring Rapid Test Acak di Suramadu, Warga Takut hingga Basuh Hidung Pakai Air Mineral

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bangkalan - Aparat gabung TNI, Polri dan Dinas Perhubungan melakukan penyekatan di Suramadu, di Desa Petapan, Kecamatan Labang, Senin, 7 Juni 2021.

Penyekatan dilakukan untuk mengurangi mobilitas warga ke Surabaya karena saat ini kasus Covid-19 di Bangkalan makin tinggi.

Dimulai pukul 09.00 WIB, pengendara sepeda motor dan mobil tujuan Surabaya langsung diarahkan petugas masuk ke kompleks ruko 'De Pangpong Village'.

Di sana, petugas medis dari Puskesmas Burneh akan melakukan rapid test antigen satu per satu dan hasilnya bisa diketahui dalam 13 menit.

Mereka yang negatif, diperkenankan melanjutkan perjalanan dan diberi stiker untuk ditempel dikaca mobil atau sepeda motor sebagai bukti telah diperiksa. Dengan stiker itu, mereka tak perlu lagi menjalani tes serupa di Surabaya ketika kembali ke Madura.

Sementara, mereka yang reaktif, langsung dites swab PCR di lokasi. Karena hasil PCR tak bisa langsung diketahui, mereka yang reaktif langsung di bawa Balai Diklat untuk diisolasi sembari menunggu hasil tes keluar esok harinya.

"Ada 20 orang yang reaktif, mereka langsung di bawa ke Balai Diklat," kata Kabag Ops Polres Bangkalan, Komisaris I Made Widyana.

Menurut Made, penyekatan di akses Suramadu akan dilakukan selama 24 jam selama satu pekan. Penyekatan dibagi dalam tiga shif per hari, tiap shif melibatkan sebanyak 162 personel gabungan.

"Kami mengimbau, kalau tak terlalu penting, hindari dulu bepergian," ujar dia.

Reaksi Mereka yang Pertama Kali Rapid Test Antigen

Pengendara motor mendapat stiker 'telah diperiksa' usai menjalani rapid Antigen dan negatif.
Pengendara motor mendapat stiker 'telah diperiksa' usai menjalani rapid Antigen dan negatif.

Pengendara yang terjaring penyekatan banyak yang takut saat ingin dilakukan rapid test antigen. Seorang pengendara, misalnya, nampak membasuh lubang hidungnya dengan air minum yang dibawa usai dirapid.

Lain lagi Sewi, seorang wanita paruh baya, warga Tragah. Ia nampak terus memegangi hidungnya, sambil berdiri di bawah tiang listrik, menunggu suaminya selesai rapid test.

"Hidung dicolok mas, ya sakitlah, alhamdulilah lega karena negatif," tutur dia.

Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Hingga Minggu, 6 Juni 2021, Dinas Kesehatan Bangkalan mencatat jumlahnya mencapai 197 orang dengan kematian sebanyak 34 orang.

Menurut peta sebaran Covid-19, lonjakan kasus di Bangkalan berpusat di tiga Kecamatan yang secara geografis letaknya bertetangga yaitu Arosbaya, Klampis, dan Geger.

Dari tiga kecamatan ini, pasien terbanyak dari berasal dari Arosbaya. Menurut Dinkes Bangkalan penyebaran Covid-19 di sini menjadi klaster keluarga.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel