Terjerat Narkoba, Syaima Salsabila Minta Maaf pada Seluruh Followers

Tasya Paramitha, Andrew Tito
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pasca dilakukan penangkapan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat karena terlibat penggunaan narkoba jenis ganja, selebgram Syaima Salsabila melayangkan permohonan maaf kepada keluarga dan seuruh fansnya saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin, 16 November 2020.

Syaima berjanji apabila proses hukum sudah selesai dijalankan oleh dirinya, ia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi menjadi pengguna narkoba.

Baca Juga: Syaima Salsabila Ngaku Depresi Hingga Tertarik Ngeganja

"Saya menyesal dan saya tidak akan mengulanginya lagi," ujar Syaima saat rilis kasus di Mapolres Meteo Jakarta Barat, Senin 16 November 2020.

Sementara itu, Kuasa Hukum Syaima Salsabila, Michael Himan mengaku bakal mengajukan rehabilitasi terhadap kliennya. Sebab, dalam kasus ini, kliennya merupakan seorang pengguna narkoba, bukan pengedar.

"Untuk ke arah rehab, berharap demikian, Agar dia ini, SS sebagai pengguna. Dia bukan sebagai pengedar atau penjual, tapi konsumsi sendiri, sehingga saya berharap untuk lebih terbaik. Kemudian soal proses hukum, saya serahkan kepada penyidik dan penegak hukum,” ujarnya.

Dari keterangan Syaima, dirinya menggunakan narkoba untuk menjaga kesehatan diri dan tidak dijual kembali. Sebab, Syaima mengaku susah tidur dari usia masih belasan tahun.

Apalagi, ia sejak kecil sudah ditinggal oleh ibunya yang meninggal dunia dan satu pun temannya tidak ada yang menjenguk.

"Karena susah tidur. Dan klien saya orang yang dari kecil sampai besar hidup sendiri karena orangtua sudah lama enggak ada. Jadi muncul seperti depresi dan akhirnya gunakan barang haram tersebut untuk diri sendiri," ujarnya.

Kendati begitu, ia sendiri tidak tahu dari mana asal barang haram yang didapati Syaima Salsabila. Ia bakal melakukan pendalaman lebih jauh lagi guna mengetahui siapa pemasoknya.

"Sementara ini yang besuk dari bapaknya sendiri dan ibunya (tiri). Belum ada teman-teman jenguk," ujarnya.