Terjerat Utang, Sejoli Mahasiswa Mahasiswi di Bali Edarkan Sabu

Merdeka.com - Merdeka.com - Pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa dan mahasiswi berinisial MN (20) dan RRB (33) ditangkap Polresta Denpasar, Bali, karena mengedarkan sabu. Pasangan ini mengedarkan sabu karena terjerat utang kepada seseorang.

"Kedua-duanya adalah mahasiswi dan mahasiswa statusnya. Keduanya dijanjikan mendapat upah sebesar Rp6 juta," kata Kapolresta Denpasar Kombes Polisi Bambang Yugo Pamungkas di Mapolresta Denpasar, Kamis (15/9).

Para pelaku ini ditangkap pada Selasa (6/9) sekitar pukul 15.30 WITA di Jalan Serma Gede, Banjar Sanglah, Denpasar Barat. Tertangkapnya pasangan kekasih ini berawal dari informasi masyarakat bahwa di TKP kerap sekali dijadikan transaksi narkotika.

Kemudian saat dilakukan pengembangan di kamar indekos mereka di Jalan Juwet Sari, Gang Dewi Uma, Denpasar Selatan, ditemukan 22 plastik klip sabu di dalam almari dengan berat dengan bersih 185,28 gram. Dari pengakuan para pelaku barang haram tersebut didapatkan dari seorang berinisial BOS yang kini sedang didalami.

"Kedua tersangka telah satu kali melakukan penempelan di daerah Denpasar. Dan para tersangka berperan sebagai kurir narkoba jenis sabu dijanjikan upah Rp50.000 sekali tempel dan apabila mengirim sabu dalam paket besar akan mendapat upah Rp6 juta dan (pengakuan pelaku) untuk melunasi utangnya," imbuhnya.

Para pelaku diketahui masih semester tiga di salah satu kampus swasta di Denpasar, Bali, dan keduanya satu kampus. "Mereka satu kampus yang sama di salah satu kampus swasta yang ada di wilayah Kota Denpasar dan masih semester tiga," ujarnya.

Sementara, dari keterangan para pelaku telah mengedarkan barang haram tersebut hampir enam bulan. Modus operandinya, para pelaku melakukan penempelan.

"Modusnya, menyimpan narkotika jenis sabu digenggam tangan kanan dan dalam almari milik. Perannya pengedar," ujarnya.

Kedua pasangan kekasih ini dijerat pasal 112, ayat (2) Undang-undang RI, Nomor 35, Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. [cob]