Terkait Dualisme, Pemerintah Malang Telusuri Status Yayasan Arema

Luzman Rifqi Karami, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVAAremania dari gerakan Make Malang Great Again (MMGA) mendesak yayasan Arema turun ke Malang untuk menyelesaikan dualisme. Gerakan ini dilakukan dengan demonstrasi di Depan Gedung DPRD, Kota Malang pada Senin, 16 November 2020 lalu.

Mereka bertemu dengan Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika. Tuntutan mereka adalah pemerintah daerah menjadi jembatan pertemuan Aremania yang sedang mencari kebenaran tim Arema mana yang dinaungi oleh Yayasan Arema.

Seperti diketahui di Malang saat ini ada dua tim bernama Arema. Satu tim bernama Arema FC berlaga di Liga 1 dengan logo kepala singa mengepal. Satu tim lagi bernama Arema Indonesia berlaga di Liga 3 dengan logo kepala singa bertindik. Adanya dua tim membuat dukungan Aremania terpecah. Gerakan MMGA sendiri untuk mencari kebenaran tim Arema dengan tekad mengakhiri dualisme.

Wali Kota Malang, Sutiaji saat bertemu dengan massa MMGA menyampaikan akan membantu mencari keberadaan Yayasan Arema ke Kementerian Hukum dan Ham. Dia memerintahkan Seketaris Daerah Kota Malang, Wasto untuk menelusuri ke Jakarta. Hasilnya, Yayasan Arema telah diblokir oleh ketua umum Muhammad Nur.

"Saya sudah perintahkan pak Sek (Seketaris Daerah Kota Malang) untuk ke Kemenkumham. Dan hasilnya yayasan Arema pengurusnya sudah banyak yang mengundurkan diri yang diketuai oleh Bapak Muhammad Nur," kata Sutiaji, Rabu, 25 November 2020.

Sutiaji mengungkapkan, bahwa Muhammad Nur telah memblokir yayasan Arema. Alasan dibalik pemblokiran yayasan adalah untuk menghindari pihak lain mendaftarkan diri dengan mengatasnamakan Yayasan Arema.

"Dan Bapak Muhammad Nur telah memblokir. Kenapa memblokir? Karena bisa jadi ada kekhawatiran. Bisa jadi nanti ada orang yang mendaftarkan mengatasnamakam Yayasan Arema," ujar Sutiaji.

Setelah mendapat kabar itu, Seketaris Daerah Kota Malang diminta untuk bertemu langsung dengan ketua umum yayasan Arema. Saat ini Muhammad Nur belum bisa ditemui. Namun, pemerintah Kota Malang berjanji akan terus mencari kabar kejelasan yayasan Arema.

"Saya perintahkan pak Sekda untuk ke Bapak Muhammad Nur, tapi masih belum bisa ditemui. Dan insya Allah dalam waktu dekat akan saya informasikan lagi. Karena sebagai komitmen kami dan permintaan teman-teman Arema yang ingin tahu yayasan Arema. Dan hal lain berkaitan dengan Yayasan Arema nanti dibicarakan lagi," tutur Sutiaji.