Terkait Khilafatul Muslimin, Kepala Sekolah dan Guru di Wonogiri Diamankan Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengamankan tujuh pengasuh lembaga pendidikan yang diselenggarakan kelompok Khilafatul Muslimin di Desa, Wonokerto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Selasa (7/6/). Mereka yang diamankan terdiri dari kepala sekolah dan guru.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Khilafatul Muslimin bemula saat pelaku berinisial S pada 2014 mengadakan pengajian yang diikuti warga sekitar di Masjid Al Muttaqin. Kala itu kegiatan tersebut seizin Kadus setempat berinisial PY, yang juga selaku pelapor.

Seiring berjalannya waktu, pengajian S diikuti warga. Namun warga menganggap isi pengajian yang dibawa S menyimpang, sehingga warga menentangnya.

Tak Ada Izin Pemerintah

Selanjutnya, tahun 2021 mereka mendirikan bangunan dan menggunakan gedung itu untuk kegiatan pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Usman Bin Affan Sekolah Ukhuwah Islamiah (PPUI) Khilafatul Muslimin. Pendirian madrasah itu juga tanpa dilengkapi perizinan dari pemerintah.

Polres Wonogiri mengamankan 7 orang untuk diperiksa. Mereka terdiri dari kepala sekolah, pengasuh dan guru. Ketujuh orang tersebut berinisial YH, SG, IZ, SB, MI, RW dan AR.

"Terduga pelaku merupakan warga dari luar wilayah Wonogiri," ujar Dydit.

Diduga Langgar UU Sisdiknas

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, sebuah buku silabus kurikulum, 5 buku materi kegiatan belajar, dan surat pernyataan kesanggupan orang tua murid tentang mengikuti kegiatan belajar di PPUI Madrasah Ibtidaiyah.

“Kelompok Khilafatul Muslimin ini diduga telah melanggar pasal 71 UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 65 UU RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja," jelasnya.

Dydit mengatakan, kegiatan PPUI Khilafatul Muslimin telah dihentikan. Para murid yang berusia 5-7 sementara dikembalikan ke orang tua dengan pendampingan dari PPKB dan P3A. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel