Terkait terorisme, Ibrahim & David ditangkap Densus 88 di Solo

MERDEKA.COM. Aparat Densus 88 Antiteror kembali menangkap 2 warga Solo, Jawa Tengah terkait dengan dugaan tindak terorisme. Kedua orang tersebut bernama Ibrahim dan David.

Ibrahim tercatat sebagai warga Kampung Losari RT 05 RW 03, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Sementara David hingga saat ini belum diketahui asalnya. Kedua terduga teroris tersebut ditangkap Densus 88, sebagai pengembangan penangkapan Nuaim yang juga kerabat Abu Bakar Ba'asyir, Selasa (14/5) lalu.

Kasubag Humas Polresta Solo AKP Sis Raniwati mengatakan, Ibrahim ditangkap Kamis pagi (16/5) dirumahnya. Sementara David Raniwati tidak mengetahuinya.

"Ibrahim tadi pagi ditangkap di rumahnya, kampung Losari, jamnya kita belum tahu. Untuk David kita juga tidak diberitahu kapan ditangkap, di mana, dan rumahnya mana," ujar Raniwati.

Pantauan merdeka.com Densus 88 beserta tim Polresta Solo, hingga siang masih melakukan penggeledahan dan olah TKP di rumah Ibrahim. Saat olah TKP tersebut Densus 88 mengajak serta Ibrahim. Ibrahim dengan kawalan ketat, tangan diborgol mengenakan celana panjang biru, kaos warna abu-abu panjang dan berambut gondrong serta penutup kepala hitam.

Terpisah Kapolresta Solo, Kombes Asjima'in ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya penggeledahan rumah Ibrahim di Losari Semanggi. Namun mengenai keterkaitannya dengan kelompok teroris mana, pihaknya belum mengetahui.

"Iya benar, hari ini kami dimintai bantuan pengamanan oleh Densus 88. Kita siapkan kalau sewaktu-waktu ada. Kita siapkan banyak, satu SSK lebih dibantu juga dari TNI. Tapi saya belum tahu, ini penggeledahan apa penangkapan," paparnya.

Baca juga:
Kerabat Abu Bakar Baasyir ditangkap Densus 88 di Solo
Geledah rumah kerabat Baasyir, Densus temukan buku-buku jihad
Penggeledahan rumah kerabat Baasyir sempat dihalangi keluarga

Topik Pilihan:
Geng Motor Klewang | Berita unik | Pilgub Bali | Jokowi ahok | Tragedi Mei 98

 

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.